17 Hari, Omzet Tembus Rp 30 Miliar

MALANG – Pusat perbelanjaan dan department store menjadi  sektor bisnis yang tergolong sibuk  ketika momen Ramadan serta Lebaran tiba. Mulai dari MOG, Matos, Ramayana hingga Sarinah The Indonesian Emporium menjadi jujukan untuk berbelanja kebutuhan lebaran. Bahkan pada lebaran ini, salah satu pusat perbelanjaan di Malang membukukan omzet Rp 30 miliar.
Peningkatan target, omset hingga trafik berbeda dari setiap pengelola pusat perbelanjaan. Ramayana Department Store misalnya, menargetkan angka spektakuler sepanjang Juli 2015. Tidak tanggung-tanggung, omzet Rp 40 miliar menjadi target department store yang juga disebut Mal Alun-alun tersebut.
 “Targetnya pasti naik berlipat. Sejak Juni lalu, target omzet jauh lebih tinggi ketimbang bulan-bulan sebelumnya,” ujar Supervisor Ramayana, Ardianto Kurniawan.
Dia menyebutkan, untuk Juli target naik lima kali lipat ketimbang Mei. Ketika normal, omzet dipatok di kisaran Rp 5-8 miliar.
“Wajar memang, tingkat kebutuhan masyarakat meningkat. Tahun ini targetnya naik 25 persen bila dibandingkan jelang lebaran tahun lalu,” urai pria yang akrab disapa Ardi itu.
Menurutnya,  omzet tersebut hingga lebaran tiba telah tercapai 88 persen. Bila dinominalkan, omzet Ramayana telah menembus Rp 30 miliar, dan dicapai antara 1-17 Juli 2015. Paling tinggi, omzet didapatkan sepekan jelang lebaran lalu.
“Sepekan jelang Idul Fitri, omzet di kisaran Rp 2,5 miliar per hari.  Padahal, biasanya omzet dua pekan. Paling tinggi, sejak H-2,” beber dia kepada Malang Post.
Diakuinya, kebutuhan fashion lebaran mendongkrak penjualan di Ramayana. Mulai dari fashion anak, remaja hingga dewasa. Termasuk kebutuhan busana muslim seperti gamis dan baju koko bagi orang dewasa.
“Baju muslim memang koleksinya meningkat begitu pula penjualannya. Namun, model lain juga tidak kalah untuk menunjang kegiatan silaturahmi. Rata-rata, satu orang berbelanja di atas Rp 500 ribu,” urai dia panjang lebar.
Ardi menjelaskan, bila dibandingkan tahun lalu, progress hampir setara. Menurutnya, sepanjang Juli 2014, pencapaian omzet Ramayana sebesar 92 persen dari total target Rp 40 miliar.
“Tahun lalu targetnya hampir sama dengan tahun ini, namun potensi pendapatan lebih besar karena waktunya lebih panjang sebab Idul Fitri berlangsung di akhir bulan,” jelasnya.
Terpisah, Store Manager Sarinah Malang, Lies Sukarningsih mengatakan, bila target omzet Juli ini baru tercapai 80 persen. Untuk tahun ini, target dipatok lebih tinggi 20 persen ketimbang tahun lalu, dengan angka Rp 2,4 miliar.
“Tahun ini naik 25 persen saja pertumbuhannya bila dibandingkan bulan normal. Tidak terlalu tinggi, sebab Juli lebaran tahun ini berbarengan dengan persiapan tahun ajaran baru,” jelasnya.
Sejatinya, kondisi ketika Ramadan dan lebaran tahun ini hampir sama dengan tahun lalu. Perbedaan terjadi ketika pusat perbelanjaan bisa memaksimalkan target karena lebaran  berlangsung di akhir bulan.
“Nah, sekarang kan pertengahan bulan sudah lebaran. Setelah itu, kecenderungan customer untuk berbelanja menurun,” jelasnya.
Meskipun demikian, diakui oleh perempuan berkacamata ini, bila selepas hari H Idul Fitri, minat masyarakat juga tinggi. Transaksi dan trafik terhitung bagus. Dia mencontohkan, bila ketika normal bisa terjadi transaksi dengan Rp 100 juta per hari, maka pencapaian ketika H+1 hingga H+3 mencapai Rp 80 jutaan.
“Hanya terjadi penurunan 20 persen. Masih lebih tinggi ketimbang hari normal, tidak pada momen lebaran seperti ini. Malahan, mereka bisa datang bersama keluarga besar,” urainya.
Sementara itu, untuk trafik pusat perbelanjaan pun tidak kalah ramainya. Misalkan di Mall Olympic Garden, sepanjang Juli ini tingkat kunjungan bisa menembus 60 ribu orang. Terutama ketika akhir pekan, dan sepekan jelang lebaran.
“Ramai banget sejak seminggu sebelum Idul Fitri. Setiap hari antara 50-60 ribu orang masuk ke mall. Penghitungan dari tiga pintu utama di lantai dasar serta satu pintu dari ground floor,” sebut Operational Manager MOG, M. Edi Alexander.
Pria yang akrab disapa Alex ini menyebutkan, puncak kunjungan sejak akhir pekan sebelum Lebaran atau 11 Juli 2015 hingga 16 Juli 2015. Trafik berikutnya, hingga H+3 normal di kisaran 50 ribu pengunjung. “Bisa dilihat crowded dan susahnya masuk ke mall. Parkir baik dari mall hingga di luar sangat padat,”
 tegasnya.
Alex menambahkan, bila dibandingkan tahun lalu, terjadi peningkatan trafik mencapai 20 persen. Pada momen yang sama, tahun lalu angka kunjungan sebanyak 45 ribu orang per hari. Fasilitas lebih lengkap dan tenant yang mulai penuh. Selain itu, beberapa hari sebelum lebaran hingga lebaran berlangsung, MOG memberikan special event berupa pameran fashion di Atrium Hall.
Pusat perbelanjaan Matos pun mengalami hal yang sama. Keberadaan Matahari Department Store, Hypermart hingga tenant branded turut melambungkan trafik Matos. Sepekan jelang lebaran lalu, trafik di kisaran 60 ribu pengunjung. “Malah bisa lebih, apalagi ketika H-2 dan H-1. Berbagai sudut store penuh dengan pengunjung,” urai Marcom Matos, Rahayu Sasmita.
Menurutnya, hal yang sama terus terjadi ketika lebaran telah tiba. Selain department store, yang menjadi jujukan merupakan food court. Tipe pengunjung yang datang mulai berganti pada tipe keluarga yang ingin menghabiskan momen lebaran bersama. Dia memprediksi, hingga akhir pekan ini Matos akan tetap tinggi dalam mencatatkan angka trafik. (ley/ary)