Outstanding Loan Pegadaian Capai Rp 497 M

MALANG - Pegadaian Area Malang mencatatkan angka outstanding loan (OSL) sebesar Rp 497 miliar hingga akhir Juni lalu. Angka itu tercapai 90 persen dari total target penyaluran OSL sepanjang 2015 yang meliputi area Malang Raya.
Deputi Pinwil Bidang Bisnis Pegadaian Area Malang, Elvi Rofiqotul Hidayah mengatakan, angka ini merupakan catatan yang bagus menyambut semester dua tahun ini. "Tahun ini, kami menargetkan penyaluran OSL Rp 535 miliar. Jadi lebih mudah di semester dua ini," ujarnya.
Menurut dia, target OSL di tahun ini naik 20 persen ketimbang tahun lalu. Tahun ini, sisi gadai emas tetap mendominasi OSL dengan penyaluran mencapai 90 persen.
"Paling dominan tetap gadai emas. Baru diikuti produk lain seperti arisan emas dan cicilan emas," beber dia kepada Malang Post.
Perempuan berkerudung ini menyebutkan, tingginya prosentase gadai emas menunjukkan bila Pegadaian sudah mendapatkan tempat di pikiran masyarakat yang menginginkan dana super cepat. "Hanya dengan waktu 15 menit saja, masyarakat yang ingin mendapatkan dana sudah langsung cair. Apalagi, sebagian besar masyarakat memiliki perhiasan," urai dia.
Di semester dua ini, dia optimis penyaluran segera terwujud. Selain mengejar dari sisi gadai, produk seperti cicilan emas dan arisan emas sudah mulai dikenal masyarakat, dengan persyaratan yang relatif mudah pula.
"Antara September-Oktober, pasti sudah mencapai 100 persen. Tahun ini OSL pasti melebihi target, bahkan bisa mencapai 110 persen," pungkasnya.
Elvi menambahkan, optimisme Pegadaian untuk menggapai target lebih cepat di tahun ini berdasarkan program dan pengalaman di tahun sebelumnya. Menurut dia, transaksi gadai cenderung meningkat di semester kedua. “Baik transaksi gadai emas maupun transaksi gadai barang, pasti lebih tinggi semester ini. Tingkat kebutuhan dana dari masyarakat lebih besar, seperti menyambut tahun ajaran baru dan persiapan masuk sekolah serta perguruan tinggi,” beber dia.
Menurut dia, untuk transaksi gadai yang biasa dilakukan oleh nasabah dengan tipe orang tua, cenderung memenuhi kebutuhan seperti memasukkan anak ke sekolah. Selain itu, tipe mahasiswa pun tidak ketinggalan melangkah ke Pegadaian. “Untuk mahasiswa, ketika liburan Juni-Agustus, mereka menggadaikan perangkat elektronik, seperti laptop dan televisi,” sebutnya.
Dia menuturkan, mahasiswa menggadaikan perabotannya karena membutuhkan tambahan dana untuk pulang. Setelah balik, mereka akan menebusnya kembali sebab memiliki dana segar dari orang tua. “Tetapi ya ada yang menunggu hingga masa gadai berakhir,” tutur dia.
Tidak hanya mendapatkan pinjaman dana, menggadaikan emas dan barang berharga ke Pegadaian membuka kesempatan untuk mengikuti program Kemilau Emas Pegadaian yang berhadiah logam mulia. “Sejak tahun lalu, ketika ada program ini, terlihat meningkatkan outstanding loan,” pungkasnya. (ley/han)