Pewarna dari Bahan Alam Paling Diminati

MALANG - Batik dengan pewarna alam tengah menjadi favorit bagi penggemar batik Madura. Koleksi kain batik ini pun mendominasi persediaan dan penjualan Adora Batik. "Kebetulan, di tempat kami batik tulis yang mendominasi, dari berbagai pusat batik di Madura," kata Owner Adora Batik, Farida Chandra.
Menurut Farida, batik koleksinya berasal dari Sumenep, Bangkalan dan Tanjung Bumi. Ketiganya, memiliki perbedaan motif pembuatan batik. "Namun untuk pewarnanya dari alam seperti aneka dedaunan, batang hingga kulit kayu," bebernya kepada Malang Post.
Dia mencontohkan satu koleksi dengan pewarna alami itu. Warna biru muda yang dihasilkan lebih tua dari warna langit yang kemudian disebut indigo. "Hasil warnanya berbeda antara pewarna alam dan dari bahan kimia," bebernya.
Menurut Farida, pewarna alam ini diproses dengan ditumbuk dan melalui proses fermentasi. Bahan alaminya dipastikan berasal dari Madura. "Beda wilayah, beda hasil. Yang otentik, ya dengan tumbuhan dari Madura," imbuhnya.
Farida mengatakan, untuk pilihan harga batik tulis juga bermacam. Ada batik tulis yang dijual Rp 125 ribu per lembar dengan ukuran dua meter. Ada pula yang dibandrol Rp 950 ribuan. Motif makin detail akan dibandrol dengan harga berbeda dan lebih mahal.
Menurutnya, koleksi dengan harga di atas Rp 450 ribu justru diminati oleh customer. Pasalnya, bagi pecinta batik, kualitas batik yang bagus dilihat dari bahan maupun motif, sehingga secara otomatis akan memberikan nilai tersendiri bagi kain tersebut.
"Koleksi dengan harga premium lebib sering dipakai sendiri. Sementara, dengan harga Rp 100- Rp 200 ribu dipilih untuk menjadi oleh-oleh," imbuhnya.
Dia mengakui, bila koleksi yang memiliki outlet di kawasan Pakis ini kerap ditawarkan via online. Selain itu, ia juga kerap mengikuti beberapa pameran. "Saya juga menjual online, pameran maupun di rumah sekaligus showroom," tandas dia. (ley/han)