Malang Belum Kebagian Pertalite

MALANG – PT Pertamina telah mengenalkan produk BBM terbarunya, Pertalite Jumat (24/7/15) lalu di Jakarta. Bensin dengan kadar RON 90 ini pun sudah bisa didapati keberadaannya di beberapa kota, termasuk di Jawa Timur yang mengikuti uji pasar seperti Jakarta dan Bandung. Selama dua hari pasca uji pasar, realisasi penjualan Pertalite di Jatim mencapai 140,3 kiloliter.
Assistant Manager External Marketing Operation Pertamina Region (MOR) V, Heppy Wulansari mengatakan, untuk wilayah Jawa Timur turut menjadi daerah yang menjadi lokasi uji pasar Pertalite. “Ada empat kota di Jawa Timur yang sudah bisa didapati Pertalite pasca pengenalan. Meliputi Surabaya, Gresik, Sidoarjo dan Mojokerto,” katanya.
Menurut dia, uji pasar ini merupakan tahap awal. Sebab, masih akan ada rentetan pengenalan yang dilakukan, sembari melihat minat pasar. “Uji pasar ini untuk penentuan arah selanjutnya. Saat ini masih terbatas di beberapa SPBU. Di Jawa Timur ada 33 SPBU yang sudah menjual Pertalite yang berada di empat kota tadi,” ujar dia kepada Malang Post.
Heppy menyampaikan, Pertalite memiliki RON 90, lebih tinggi ketimbang Premium. Namun lebih rendah bila dibandingkan dengan Pertamax yang memiliki RON 92. Pertalite menjadi alternatif bagi masyarakat yang membutuhkan BBM berkualitas lebih bagus daripada Premium.
Pertalite ini dibandrol dengan harga Rp 8.400 per liter, lebih murah dari Pertamax seharga Rp 9.400 per liter dan lebih mahal ketimbang Premium yang kini dibandrol Rp 7.400 per liter. Harga ini sementara berlaku pasca pengenalan Jumat lalu.
Sementara, angka realisasi penjualan Pertalite yang terjadi 24-25 Juli lalu, menunjukkan grafis terhitung bagus. Pasca menjual sebanyak 48,9 kiloliter di hari pertama (24/7/15), monitoring penjualan di hari kedua (25/7/15) meningkat 86,6 persen menjadi 91,4 kiloliter.
“Angka ini merupakan awal yang cukup menggembirakan, ini berarti Pertalite mendapat respon positif dari konsumen. Pertamina akan terus mendorong penjualan Pertalite selama masa uji pasar,” terangnya.
Dia memastikan, keberadaan Pertalite juga tidak memengaruhi konsumsi Pertamax. Di 33 SPBU yang dijadikan uji pasar Pertalite, konsumsi Pertamax terpantau normal. Konsumen Pertalite rata-rata awalnya hendak membeli Premium, namun begitu mendapat info dari operator, mereka beralih.
Terkait kemungkinan uji pasar ini akan berlaku di Malang, dia pun memberikan kemungkinan bisa terjadi. Sebab, jika memang minat pasar tinggi di empat wilayah di Jatim yang turut menjadi kota uji pasar, maka Malang dipastikan berpotensi. Tinggal menunggu kesiapan dari SPBU di Malang, termasuk infrastruktur. “Jika uji pasar ini berjalan lancar maka akan segera di-roll out ke seluruh wilayah di Jatim sebelum akhir 2015, termasuk di Malang,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Operasional SPBU Talok, Kabupaten Malang, Keris Arisyah Halley mengatakan, sudah mendengar akan adanya Pertalite di bulan lalu. Menurut dia, SPBU-nya pun siap menjual Pertalite bila memang sudah masuk ke Malang. “Sempat memang ada informasi akan ada Pertalite. Bila ditawari, kami siap untuk menjual,” sebutnya.
Menurut dia, saat ini masyarakat juga mulai memilih untuk pembelian BBM. Harga murah memang memengaruhi minat pembelian, akan tetapi kualitas juga tidak ditinggalkan. Sebagai bukti, penjualan Pertamax terhitung meningkat, terutama di tahun ini.
“Angka konsumsi Pertamax di SPBU kami terhitung meningkat hampir 30 persen selama semester pertama tahun ini. Jauh lebih banyak dibanding tahun lalu,” terang Halley.
Selain itu, untuk Pertamax Plus pun juga sudah memiliki konsumen meski peminat tidak setinggi Pertamax, namun peningkatan sales Pertamax Plus di tahun ini juga terasa. “Ada growth sekitar 10 persen. Mobil pribadi keluaran baru banyak yang memilih BBM jenis ini,” terang dia.
Menurutnya, Pertalite bisa menjadi alternatif bagi konsumen, terutama pengendara sepeda motor. “Tetapi masih menunggu ya, semoga segera ada di Malang. Potensinya bagus untuk memikat konsumen, harga lebih murah daripada Pertamax,” tandasnya.(ley/han)