Emas Tetap Diburu Pasca Lebaran

MALANG – Kemeriahan Idul Fitri telah berakhir di pekan ini. Akan tetapi minat masyarakat dalam berburu perhiasan emas tetap tinggi hingga Minggu (26/7/15) kemarin layaknya sebelum lebaran. Faktor harga emas yang rendah serta kelebihan dana pasca lebaran dimanfaatkan untuk berburu perhiasan yang bisa dijadikan investasi.
Pedagang emas di Toko Emas Utama Pasar Besar Malang, H. Hasan mengatakan, minat masyarakat dalam berburu emas memang meningkat sebelum lebaran, namun akan mulai menurun ketika lebran usai. “Sejak awal pekan begitu kami buka setelah tutup Idul Fitri, minat masyarakat terhitung tinggi dan kian bertambah dalam tiga hari terakhir,” katanya.
Menurut dia, di akhir pekan atau Sabtu-Minggu, transaksi penjualan emas jauh lebih tinggi ketimbang sebelumnya. Penjualan menembus dua digit atau di atas 100 pieces dalam sehari. Angka ini hampir sama ketika menjelang lebaran lalu. Peningkatan ketimbang hari biasa, diakuinya lebih tinggi mencapai 50 persen.
“Ketika jelang lebaran, memang kebutuhan emas lebih pada keinginan menggunakan perhiasan ketika bersilaturahmi, selain dananya berlebih. Namun, untuk saat ini lebih pada tipe investasi setelah dana untuk lebaran tercukupi,” beber dia kepada Malang Post.
Hasan menuturkan, yang membuat berbeda, penjualan pasca lebaran ini adalah tipe konsumennya. Menurut dia, tidak hanya kaum hawa yang berburu emas, namun pria pun memilih untuk mengamankan dananya dengan membeli perhiasan seperti kalung dan cincin. Orang tua pun tidak segan membawa putra-putrinya untuk membelikan emas.
 “Konsumen pria banyak yang memilih kalung, sementara konsumen perempuan lebih bervariasi. Selain kalung, cincin juga gelang,” urainya.
Menurutnya, saking ramainya masyarakat berburu emas, koleksi perhiasan pun terlihat lebih sedikit karena sudah dibeli konsumen. Dia mengakui, hal tersebut juga berlaku hampir di semua outlet perhiasan.
Hasan menyampaikan, harga emas yang rendah dipastikan mempengaruhi penjualan. Pasalnya, sejak sepekan sebelum lebaran lalu, harga termasuk rendah dan berlanjut hingga pekan ini. Kemarin, emas 99 persen dijual dengan harga Rp 485 ribu per gram. Sementara untuk emas 88 persen dipatok Rp 440 ribu per gram dan emas dengan kadar favorit bagi konsumen, yakni 75 persen dijual Rp 400 ribu per gram serta 70 persen seharga Rp 360 ribu per gram.
Biasanya, untuk harga emas 99 persen sebelum terjadi penurunan di Juli ini berada di kisaran Rp 510 sampai Rp 520 ribu per gram. Sementara untuk emas 70 persen dibandrol di kisaran Rp 380 ribu- Rp 390 ribu per gram.
Sementara itu, Umi Kulsum yang kemarin tampak berburu emas mengakui, keinginan membeli emas di akhir pekan ini karena dana untuk lebaran masih ada sisa. Menurutnya, dari pada disimpan dalam bentuk tabungan atau di rumah bisa berkurang sewaktu-waktu, lebih aman diwujudkan berupa perhiasan. Bahkan, sang suami pun turut melakukan hal serupa, tidak mau ketinggalan membeli perhiasan berupa kalung.
“Suami saya tidak mau kalah. Selain menyimpan uang agar tidak cepat habis, katanya bisa untuk bergaya juga,” sebut Umi. (ley/han)