Hypermart Stop Operasi

MALANG – Selepas lebaran, rak display untuk produk di Hypermart Malang dibiarkan kosong tak bertuan. Penyebabnya, tak lebih dari tiga pekan lagi, pusat perbelanjaan ritel itu berhenti operasional sementara waktu. Tepatnya mulai 16 Agustus 2015, perbelanjaan ritel yang berada di Ground Floor ini mulai direnovasi dan berganti konsep, dari tipe G-3 menjadi G-7.
“Sejak sebelum lebaran, untuk beberapa produk di bagian grocery memang tidak ada restock bila sudah habis. Retur perlahan juga mulai kami lakukan,” ujar Store Manager Hypermart Malang, Mardi Puswahyu.
Menurutnya, Hypermart mulai ‘bersih-bersih’ produk dan properti, dengan tujuan ketika tiba tutup operasional,  sudah tidak ada barang yang berada di store. Sehingga, proses renovasi bisa berlangsung sesuai dengan target yakni dua bulan. Praktis, bila Hypermart mulai tutup 16 Agustus, pada pertengahan Oktober ditargetkan sudah harus selesai.
“Berdasarkan plan, target renovasi membutuhkan waktu dua bulan. Hypermart dengan konsep G-7 sudah bisa beroperasi lagi Oktober dengan wajah yang baru,” yakinnya.
Menurut Mardi, Hypermart kini juga mulai menjual propertinya yang dipastikan tidak akan dipakai lagi. Misalnya gondola atau rak, konsep G-7 akan menghadirkan display yang lebih menarik dan modern. Sebagai contoh, Hypermart G-7 terdekat dari Malang berada di Pakuwon City, Surabaya.  Selain itu, produk yang tidak bisa lagi dijual, segera diretur atau dijual dengan harga murah.
Tak heran, dua pekan terakhir juga berlangsung cuci gudang.Produk rumah tangga bisa diskon sampai 70 persen. “Begitu juga untuk produk elektronik. Yang masih utuh pada produk bakery saat ini,” ujar dia.
Terkait perwajahan, bila melihat Hypermart G-7 lainnya yang sudah berdiri, tampilan putih di bagian lantai akan berganti abu-abu. Sementara, untuk lorong dijamin lebih luas, serta area fresh yang akan diperbesar untuk memudahkan konsumen dalam memilih produk.
Saat ini, konsep terbaru untuk ritel yang lebih besar dari supermarket itu, masih terbatas di beberapa kota. Selain Surabaya, G-7 berada di Lippo Karawaci yang menjadi pioneer gerai terbaru Hypermart, Pejaten, Bali dan di Epicentrum Mall, Mataram.
Mardi menambahkan, untuk perubahan konsep ini membutuhkan biaya yang terhitung besar. Angka di atas Rp 20 miliar digelontorkan untuk renovasi dan pergantian properti. “Mungkin bisa lebih besar lagi, tetapi pusat yang tahu perhitungannya,” tambahnya.
Sementara itu, Hypermart hingga saat ini belum secara resmi mengumumkan kepada customer terkait tutup operasional yang akan berlangsung. Menurut Mardi, pemberitahuan akan dilakukan mulai 1 Agustus mendatang. “Belum, awal bulan depan baru kami sampaikan. Tetapi, sekarang sudah mulai banyak yang mendengar,” ujar pria yang gemar bermain bulutangkis ini.(ley/ary)