Omzet Pusat Oleh-oleh Naik 500 Persen

MALANG – Pusat oleh-oleh dan camilan menjadi sektor bisnis yang tak kalah laris sepanjang Juli ini. Pasalnya, selain diburu untuk kebutuhan lebaran, makanan ringan juga dicari sebagai buah tangan bagi warga luar kota yang tengah berlibur di Malang Raya, seperti ke Batu dan Bromo.
Owner Seruni Camilan, Ali Ridho mengatakan, sepanjang tahun ini, Juli bisa menjadi angka tertinggi dalam pencapaian bisnis. Sebab makanan ringan tidak hanya dijadikan oleh-oleh. “Lebaran, hampir semua toko yang menyediakan makanan ringan pasti mengalami lonjakan omzet berlipat,” katanya.
Menurut dia, pencapaian di Juli ini, sekalipun masih tersisa beberapa hari, dipastikan meningkat hampir lima kali lipat ketimbang bulan normal. Bila omzet di bulan sebelumnya di kisaran Rp 30 juta per bulan, Juli ini telah menembus Rp 150 juta.
“Peningkatannya memang drastis ketika jelang lebaran. Hampir semua macam makanan ringan memiliki penggemar, sehingga persiapan yang dilakukan oleh outlet juga harus ekstra,” ujarnya kepada Malang Post.
Ali menyampaikan, peningkatan juga tergantung dari pusat oleh-oleh tersebut. Keberanian menambah stok bisa menjadi faktor penentu kesuksesan menggapai peningkatan omzet. Terutama, ketika berani menyediakan beberapa produk musiman untuk menyambut lebaran.
Menurutnya, pasca lebaran pusat oleh-oleh pun masih maksimal dalam menjual produk. Pekan lalu, masih tergolong liburan dan Malang menjadi tempat untuk berburu buah tangan. “Hingga Minggu (26/7/15) kemarin masih ramai. Customer yang hendak balik ke kampung halaman tetap berburu makanan ringan seperti keripik tempe dan keripik buah,” terang dia.
Terpisah, Manager Sananjaya, Machmud Ariad mengakui hal yang hampir sama. Pusat oleh-oleh dipastikan masih ramai hingga akhir pekan lalu. “Hari terakhir, bisa menjadi puncak untuk menggapai omzet. Sebelumnya ramai ketika H-2 lebaran,” sebutnya.
Dia mengatakan, toko oleh-oleh di Jalan Panglima Sudirman Kota Malang ini bisa mencatatkan pendapatan selama tiga bulan hanya di Juli saja. Dia mencontohkan, jika omzet normal di kisaran Rp 30 juta, maka sepanjang Juli ini bisa menggapai Rp 90 juta. “Setiap kali lebaran pasti begitu. Meskipun tahun ini banyak yang khawatir, tetapi hasil akhir tetap menunjukkan peningkatan sales,” tegas dia.
Menurut dia, hingga Minggu (26/7/15) lalu, Sananjaya menjadi salah satu jujukan bagi orang luar kota. Tidak hanya dibawa ketika hari itu juga, namun berlanjut pula pada permintaan pengiriman. “Ada beberapa yang minta dipaketkan, karena ribet membawa oleh-oleh terlalu banyak,” pungkas dia. (ley/han)