Tabungan Anak Mendominasi

MALANG – Sejak tengah pekan lalu, transaksi perbankan telah kembali normal pasca libur lebaran. Terlebih mulai Senin (27/7/15), bank mulai dikerumuni oleh nasabahnya. Tabungan pun mendominasi transaksi, terutama tabungan anak.
Asisten Manajer Bisnis Mikro BRI Malang Martadinata, Sugeng Suroto mengatakan, bila perbankan telah efektif beroperasi pertengahan minggu lalu. Akan tetapi, transaksi terlihat sangat meningkat awal pekan ini. “Pekan lalu masih beberapa saja yang kembali dari masa liburan. Beberapa yang liburan, baru beraktivitas minggu ini,” katanya.
Menurut dia, peningkatan kuantitas penabung sangat terlihat. Meskipun tidak bisa menyebutkan angka pasti, kisaran nasabah yang masuk melebihi 500 nasabah per hari dan menunjukkan aktivitas perbankan telah kembali normal.
Dia mengakui, untuk awal-awal, tipe nasabah didominasi nasabah mikro, dengan nilai tabungan mulai dari ratusan ribu hingga kisaran Rp 20 juta sampai Rp 30 juta. “Terutama dari ibu rumah tangga, banyak yang membawa anaknya untuk menabung sejak Jumat lalu,” beber Sugeng kepada Malang Post.
Menurutnya, nasabah yang membuka rekening, termasuk dalam kategori penabung. Tercatat, banyak transaksi Tabungan Junio yang dikhususkan nasabah anak-anak. “Orang tua datang dengan anak, malah ada yang masih mengenakan seragam sekolah,” ujarnya.
Ia mengakui, orang tua mulai mengajari anak untuk menyimpan dana lebihnya di bank. Apalagi, pasca lebaran banyak anak yang memiliki uang saku lebih yang lebih aman disimpan dalam bentuk tabungan.
Terpisah, Pemimpin Cabang BRI Syariah Malang, Agung Wahyudi Rahardjo mengatakan hal yang sama. Perbankan langsung menjadi jujukan bagi masyarakat yang telah tertahan selama sepekan untuk menyimpan dana. “Begitu kami beroperasi, kuantitas transaksi penabung terhitung tinggi, ketimbang sebelumnya,” ujarnya.
Menurut pria kelahiran Papua ini, hampir sepekan ini, BRI Syariah dijubeli nasabah. Bila pagi dan siang hari lebih banyak transaksi dari pebisnis dan corporate, siang hari tipe nasabah dari keluarga mendominasi. “Bisa dilihat, selepas istirahat, nasabah datang bersama anak,” sebutnya.
Dia mengakui, bank-nya memiliki program Tabungan Impian yang juga turut menjadi sarana edukasi bagi orang tua, yang ingin mengajari sang anak untuk menabung di bank. Hanya dengan pembukaan rekening sebesar Rp 100 ribu, tabungan bisa diberi nama anak yang masih berumur di bawah 17 tahun. “Menyimpan uang sejak dini, pasti lebih menguntungkan. Tabungan anak ini pun kian diminati dari waktu ke waktu,” tandasnya.
Sementara itu, Nico Ferdiansyah salah satu pelajar SD tampak datang bersama ibu dan adiknya. Dia masih mengenakan seragam merah putih dan menabung uang saku yang didapatnya selama Idul Fitri. “Mama mengajak untuk menabung, setelah pulang sekolah langsung datang ke sini. Uangnya kan lebih baik ditabung setelah cukup untuk membeli kebutuhan sekolah,” sebut dia, (ley/han)