Investasi Rp 20 Miliar, Hilang Omzet Rp 24 Miliar

MALANG – Hypermart Malang segera tutup operasional pada 16 Agustus mendatang. Ini demi mengejar target renovasi dan pergantian wajah menjadi Hypermart G-7 pada pertengahan Oktober. Akibat dari berhentinya operasional, hypermart kehilangan transaksi belanja mencapai Rp 24 miliar!
Angka Rp 24 miliar, berasal dari perhitungan omzet rerata Hypermart selama dua bulan, ketika tidak ada even. Omzet bulanan yang dicapai sepanjang 2015 ini, di kisaran Rp 12 miliar.
“Setiap hari, rata-rata omzet mencapai Rp 400 juta. Itu bila tidak ada momen seperti lebaran,” ujar Store Manager Hypermart, Mardi Puswahyu.
Dia mengatakan, angka tersebut memang terbilang besar. Selain omzet, secara otomatis selama dua bulan Hypermart Malang juga nihil pendapatan, sebagai konsekuensi perubahan yang diyakini akan lebih memudahkan pelanggan. 
“Ya memang risiko. Tetapi bukan masalah untung atau rugi, sebab di Malang ini memang sudah waktunya untuk keberadaan Hypermart dengan konsep G-7,” sebutnya.
Sementara itu, demi Hypermart G-7 beroperasi medio Oktober mendatang, manajemen pusat telah menyiapkan investasi untuk renovasi mencapai Rp 20 miliar. Angkanya bisa lebih besar, namun perhitungan sementara di kisaran angka tersebut.
Dana itu akan digunakan untuk ganti total rak gondola, lantai store hingga beberapa perlengkapan di fresh area. Misalnya chiller akan ditambah dengan tipe terbaru, yang lebih modern.
“Area fresh akan diperluas, begitu pula untuk area bazaar. Sebab, konsep G-7 memiliki beberapa departemen unggulan ketika memikat hati pelanggan. Salah satunya fresh product,” beber dia kepada Malang Post.
Untuk perubahan itu, kini Hypermart mulai aktif mengosongkan store. Meskipun masih tersisa lebih dari dua pekan, sekitar 20 persen produk di display area telah kosong. Stok di gudang pun telah dikeluarkan untuk dijual dengan titel cuci gudang. Beberapa barang konsimen pun telah diretur.
“Yang tidak bisa dijual lagi ketika Oktober buka, kami retur atau cuci gudang,” tegas dia.
Sementara itu, diakui oleh Mardi, mulai 1 Agustus nanti, Hypermart akan mulai mengumumkan proses berhenti operasional. Tujuannya, pelanggan memahami renovasi yang segera dilakukan dan juga memanfaatkan program spesial sebelum benar-benar ‘istirahat’ melayani pelanggan dalam tempo dua bulan.
“Ya bila pelanggan tahu, kan segera membeli produk ketika dalam program cuci gudang. Banyak sekali produk yang lebih murah sejak dua minggu terakhir,” tambahnya.
Selain di Malang, beberapa kota lain pun segera mengikuti dan beralih ke konsep G-7, misalnya di Surabaya. Saat ini, konsep tertinggi jaringan ritel itu baru berada di Lippo Karawaci, Pejaten Jakarta, Bali, Mataram dan Surabaya tepatnya di Pakuwon. Menurut dia, bila G-7 sukses, tidak menutup kemungkinan bila jaringan ini akan melebarkan sayap dengan membuka pusat ritel yang lebih besar lagi.(ley/ary)