Cikal Bakal House of Ice Cream

MALANG – Makin banyak aneka jenis kuliner baru baik berupa makanan berat sampai pelepas dahaga, seperti es krim di Malang. Es “Blepotan” atau lebih dikenal es cemot kini kian menarik perhatian peminat kuliner.
Berawal dari coba-coba, Gadung Suhono, mengawali bisnis es cemot yang ia beri nama Es Cemot Podomoro ini. “Si daerah asalnya, Bandung, es cemot sudah sangat populer. Tetapi saya memberanikan diri memperkenalkan es cemot di Malang walaupun jualannya masih di mobil box seperti ini,” ungkap pria yang akrab disapa Dudung ini.
Dengan dibandrol Rp 6 ribu saja, penikmat kuliner dapat merasakan sensasi “blepotan” saat menikmati es yang nikmat disantap siang bolong. Dudung menjelaskan, es cemot berasal dari bahasa Bandung. Cemot artinya blepotan. “Jadi setiap orang yang mencoba es cemot, akan blepotan saat menikmatinya,” tutur pria yang hobi berpetualang ini.
Es Cemot dijual dengan 4 varian rasa. Rasa cokelat, durian, vanilla, dan mix. Dudung mengungkapkan, yang berbeda adalah es krim yang dipakai. Es krim yang dipakai Es Cemot Podomoro merupakan merek es krim yang telah terkenal luas dan tidak memakai banyak tepung kanji dalam pembuatannya.
Yang lebih membuat es cemot podomoro berbeda adalah isian didalamnya. Es cemot podomoro dilengkapi dengan es krim berbagai varian rasa, irisan buah alpukat/ serutan buah kelapa, choccochip, mutiara dan susu kental.
“Strategi bisnis es cemot saya ada di isian es cemot ini sendiri. Saos susu es cemot ini berbeda dari tang lainnya dan tidak memakai pemanis buatan,” ungkap Dudung pria asal Jakarta ini.
Es Cemot Podomoro juga melayani pesanan es cemot minimal 50 porsi. Dudung menambahkan, pemesanan dengan jumlah banyak biasanya datang dari keluarga yang ingin merayakan ulang tahun anaknya. Ia mengaku dapat menujual kurang lebih 150 – 200 porsi tiap harinya.
“Rencana kedepan saya ingin membuka cabang es cemot ini di daerah Sawojajar dan berencana juga membuka gerai khusus es krim dengan nama house of ice cream,” ujarnya.
Selain es cemot, Dudung juga menawarkan kuliner khas bandung lainnya yaitu kripik macaroni. Dengan dibandrol Rp 12 ribu, pengunjung dapat memilih 3 varian rasa pedas yang pas dipasangkan dengan es cemot.
“Usaha ini memang sudah mulai menjamur di Malang, tetapi es cemot podomoro ini dijamin berbeda dari cita rasanya ditambah dengan saos susunya yang beda dari yang lainnya,” pungkas pria yang  telah memulai usaha 3 bulan yang lalu ini. (Mg9/feb)