MaxOne Segera Buka Loveshack Bar

MALANG – Masih dalam tahap trial stay dalam menerima tamu, tidak menghalangi manajemen MaxOne Hotel Malang untuk segera mengoperasikan bisnis potensial di sisi Food and Beverages (F and B). Loveshack Bar di Lantai 8 ditargetkan beroperasi Agustus ini untuk menerima tamu yang ingin kongkow di hotel tersebut.
General Manager MaxOne Hotel , Antonius Recky mengatakan, Loveshack akan hadir untuk memenuhi kebutuhan lifestyle di Malang. “Tren kumpul bersama teman atau kolega di kafe kian bertumbuh. Kami coba membidik hal itu dengan kehadiran tempat nongkrong di Lantai 8 dan Roof Top hotel,” katanya.
Menurut dia, tempat tersebut selain menyediakan beragam F and B, juga akan dipadukan dengan live music di hari tertentu. Sehingga, bila tamu datang dipastikan merasa betah dengan suasana khas untuk bersantai.
“Saat ini sebenarnya sudah ada beberapa tamu room yang memanfaatkan tempat ini untuk sekadar ngopi. Tetapi, kami belum meresmikannya, sebab masih dalam tahap finishing aksesoris kafe,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyebutkan, lokasi tersebut ditargetkan akan beroperasi di bulan ini, mendahului peresmian dari hotel. Ketika sudah resmi ditawarkan kepada tamu, dia memastikan Loveshack sudah memiliki beragam menu. Sekarang, masih beberapa saja yang bisa dipesan oleh tamu.
Pria asal Kota Batu ini menjelaskan, lokasinya ini memiliki keunggulan dalam hal suasana. Selain berada di area bar tertutup, tamu bisa memanfaatkan sisi luar yang terbuka dengan pemandangan Kota Malang. Sementara, di bagian roof top, maka tamu bisa mendengar aliran suara air dengan perpaduan kolam renang. “Di tepi kolam renang, bisa dimanfaarkan untuk gala dinner oleh pasangan kekasih,” tegasnya.
Recky menyampaikan, untuk peresmian hotel ditargetkan medio Oktober 2015. Peresmian tersebut, sembari menunggu finshing beberapa sudut hotel yang kini tengah dikebut oleh hotel yang beralamat di Jalan Jaksa Agung Suprapto tersebut.
Sementara, pertengahan Juli lalu, tingkat hunian (okupansi) hotel dengan 102 kamar itu di angka 60 persen. Okupansi tertinggi ketika momen lebaran, mencapai 86 persen. Dia mengakui, di paruh pertama Juli, hotel masih terhitung sepi, dengan tingkat hunian di bawah 50 persen. “Begitu 16 Juli 2015, sehari sebelum lebaran, okupansi terhitung tinggi. Di atas 70 persen,” sebutnya. (ley/han)