Tiket Pesawat Sumbang Kenaikan Inflasi

MALANG – Tiket pesawat dan harga daging ayam ras yang naik ketika momen Idul Fitri, kembali membuat inflasi Juli di Kota Malang meningkat. Inflasi mencapai 0,57 persen, naik ketimbang Juni sebesar 0,38 persen, mengikuti tren inflasi di seluruh kota di Jawa Timur.
“Delapan kota di Jawa Timur, medio Juli ini mengalami inflasi. Termasuk di Kota Malang sebesar 0,57 persen,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, M. Sarjan.
Menurutnya, sesuai dengan prediksi pula bila komoditas teratas yang mempengaruhi inflasi yakni angkutan udara dan daging ayam ras. Komoditas tersebut diikuti oleh angkutan dalam kota, beras, tarif kereta api, cabai rawit, udang, angkutan antar kota, kelapa dan lele.
 “Permintaan angkutan udara dan darat pasti tinggi ketika arus mudik dan balik. Sehingga, kebutuhan itu termasuk tertinggi dalam mempengaruhi angka inflasi Juli lalu,” terang dia kepada Malang Post.
Sementara itu, untuk sepuluh komoditas teratas yang mengalami penurunan harga seperti telur ayam ras, bawang merah, emas perhiasan, tomat sayur, gula pasir, cabai merah, apel, kembang kol, labu siam dan mujair. “Komoditas ini mengalami kenaikan di bulan sebelumnya. Sehingga ketika mendekati momen lebaran justru stabil harganya karena tingkat kebutuhan masyarakat lebih rendah,” tambahnya.
Menurutnya, bila inflasi bulan lalu tertinggi dipengaruhi oleh kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mencapai 1,76 persen. Untuk bahan makanan di posisi berikutnya sebesar 0,88 persen, kelompok makanan jadi, minuman dan rokok sebesar 0,04 persen, kelompok sandang -0,36 persen, serta kelompok kesehatan sebesar 0,13 persen.
Dia menyebutkan, inflasi tahun kalender Juli 2015 sebesar 1,71 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juli 2015 terhadap Juli 2014) sebesar 7,25 persen. Sedangkan tingkat inflasi pada periode yang sama tahun lalu (kalender 2013 dan 2014) masing-masing 3,49 persen dan 0,49 persen.
Sementara itu, medio Juli ini tingkat inflasi di Kota Malang masih lebih terjaga ketimbang lima kota lain sebagai pembanding di Jawa Timur. Jember tercatat mengalami inflasi mencapai 0,94 persen dengan IHK sebesar 118,80 yang diikuti Sumenep sebesar 0,86 persen. Kota Madiun berada di urutan ketiga sebesar 0,83 persen dan Probolinggo sebesar 0,70 persen.
“Banyuwangi tepat di atas Kota Malang sebesar 0,62 persen. Sedangkan di bawah Kota Malang ada Kediri sebesar 0,52 persen. Paling terjaga inflasinya sebesar 0,38 persen yakni Surabaya, yang terhitung sepi karena banyak warga pendatang yang justru meninggalkan kota itu,” papar dia panjang lebar.
Terpisah, Branch Manager Citilink Malang, Indra Fajar mengakui, tingkat kebutuhan masyarakat akan pesawat terbang di Juli lalu membuat harga tiket dipastikan naik. “Inflasi pasti juga terpengaruh, apalagi sepanjang Juli arus penerbangan jauh lebih padat. Dari Malang saja, bila biasanya delapan penerbangan, menjadi 10 penerbangan,” sebut dia. (ley/han)