Jadikan Sampah Sebagai Modal Bisnis

UKM
MALANG- Bisnis dapat diawali dari hal yang tidak dipikirkan orang lain. Barang yang sudah tidak terpakai bisa dikreasikan ulang menjadi sesuatu yang baru. Hal inilah yang dilakukan Ardiyatiningsih, pemilik usaha kecil menengah Nadia Collection.
Memanfaatkan sampah plastik rumahan, ia menghasilkan laba yang dapat membantu biaya rumah tangga keluarga. “Pada awalnya saya tertarik karena imbauan pemerintah bagi masyarakat seperti saya untuk meningkatkan usaha kecil menengah yang dapat dilakukan dengan modal minim,” ujarnya, Kamis (6/8).
Ia melanjutkan, dengan melihat pekarangan rumah dan lingkungan yang memiliki banyak sampah plastik, Ia mulai berpikir untuk menjadikannya sebagai modal bisnis. “Sampah seperti botol, tutup botol, kertas koran dan kemasan air gelas merupakan barang-barang yang paling banyak dibuang orang di jalan dan seringkali menumpuk. Dari sini saya mulai coba-coba membuat barang-barang sederhana seperti tempat pensil,” tutur wanita asal Malang ini.
Ia berujar, setelah beberapa tahun mencoba membuat beberapa barang lain, kini ia dapat membuat puluhan jenis barang daur ulang sampah plastik. Barang-barang kreasi tersebut di antaranya tas, dompet, vas bunga, tudung saji, tas belanja, wadah buah, bingkai foto dan banyak lainnya.
Hasil karya sampah daur ulang tersebut dibandrol mulai Rp 20 ribu sampai 150 ribu. Ia menjabarkan, untuk tempat pensil dibandrol Rp 20 ribu, tudung saji Rp 30 ribu, sedangkan yang paling tinggi datang dari koleksi tas yaitu Rp 150 ribu.
Selama ini, menurutnya, pesanan banyak datang dalam jumlah besar. “Biasanya memang datang orang per orang saja, tetapi ketika ada yang memesan borongan, langsung dalam jumlah besar sekali,” ungkapnya.
Ia menuturkan, memulai bisnis dengan modal sampah bukanlah hal yang mudah. Banyak yang perlu dipelajari agar hasil karya layak dijadikan bisnis. “Dibutuhkan keterampilan tersendiri agar dapat giat menekuni bidang kreasi seperti ini, maka dari itu saya sudah mengajarkannya pada anak-anak sejak dini,” ungkap wanita yang juga memiliki usaha catering Nadia ini.
Ia berharap, dengan bisnis daur ulang seperti miliknya ini, dapat menginspirasi orang lain untuk ikut serta mengatasi masalah sampah dan lingkungan sekitar yang juga dapat memberi keuntungan tersendiri. (mg9/han)