Gojek Berpotensi Jadi Bisnis di Malang

MALANG - Layanan ojek online (Gojek) yang kian marak di beberapa kota besar di Indonesia, beberapa waktu terakhir bisa dikembangkan pula di Malang. Berbagai fungsi bisa didapatkan dengan keberadaan Gojek, tak terkecuali mengurangi kemacetan.
Hal itu disampaikan oleh anggota DPR RI dari Dapil Malang Raya, Totok Daryanto, terkait fenomena Gojek yang juga menjadi polemik karena meresahkan tukang ojek konvensional. "Gojek ini bagus, baik bagi masyarakat juga sebagai upaya menghindari kemacetan di suatu kota," ujarnya, di sela-sela Halal Bihalal dengan Media di Padi Resto Gallery, Jumat (7/8/15) malam.
Menurutnya, melihat keberadaan Gojek lebih banyak fungsi yang diperoleh. Memanfaatkan kecanggihan teknologi, calon penumpang dengan mudah memesan layanan ini, dari smartphone-nya.
Layanan yang diberikan pun tidak terbatas pada mengantarkan penumpang saja. Sebab, mengantarkan barang pun bisa dilayani dengan Gojek. "Tidak perlu terjun langsung untuk mengantarkan barang. Sangat menguntungkan bagi wilayah yang macet," bebernya.
Politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini menjelaskan, ojek online sebenarnya telah berkembang sejak 2012 lalu. Akan tetapi, dengan memanfaatkan layanan digital via Android baru di tahun ini. Terbukti, peminatnya pun besar. "Setelah Jakarta, muncul di Bandung dan beberapa kota lain," papar dia.
Terkait inspirasi pengurai kemacetan, diakui dia sesuai dengan fungsinya. Misalkan di Jakarta, bila kondisi macet banyak masyarakat yang memilih ojek meskipun bukan Gojek. "Naik ojek menjadi solusi untuk mencapai tujuan lebih cepat. Fakta ini mengurangi pengguna mobil dan memanfaatkan jasa tukang ojek, baik yang biasa maupun via online," urai dia panjang lebar.
Sesuai dengan penuturannya, Gojek belum ada status jelas dalam perundang-undangan. Akan tetapi, pelaku bisnis Gojek bisa mendapatkan keuntungan dengan menjalankan usaha ini. "Selain itu, Gojek pasti kian berlomba memberikan pelayanan terbaik untuk menarik minat calon penumpangnya. Prospek bisnis ini pasti kian mendapatkan keuntungan," tambahnya.
Anggota dewan pun tengah menyuarakan akan keberadaan Gojek secara positif. Bila melihat keberadaannya, seharusnya tidak mematikan tukang ojek konvensional, justru memberikan semangat agar memiliki layanan yang lebih baik agar bersaing dengan Gojek.
"Mungkin di Malang bisa segera ada Gojek untuk memfasilitasi masyarakat pula. Kota ini kan mulai crowded dengan kendaraan roda empat dan macet di waktu dan jam tertentu," pungkasnya. (ley/han)