Bandrol Mulai Rp 800 Ribu, Terjual 100 Pieces Per Bulan

MALANG - Tren berkendara bersama atau touring makin diminati masyarakat luas. Hal ini dimanfaatkan oleh beberapa pengusaha dalam meningkatkan pemasukan bisnis. Seperti yang dilakukan Abdul Mukti pemilik Jaya Kulit, salah satu rumah produksi jaket kulit di Kota Malang.
Abdul mengungkapkan, dengan makin banyaknya masyarakat yang gemar touring, menjadikan masyarakat menginginkan kebutuhan lain seperti jaket sebagai pelindung badan saat berkendara. “Jaket kulit dipilih banyak pengendara motor yang menyukai touring karena bahannya yang memberikan rasa aman bagi tubuh saat di jalan,” tutur Abdul saat ditemui di toko miliknya, Selasa (11/8/15).
Ia menambahkan, terlebih jika jaket kulit dibuat dari kulit asli yang berkualitas seperti kulit domba. Ia menuturkan, kulit domba berbeda dengan kulit sapi dan kulit kambing. “Kulit Domba teksturnya jauh lebih halus dan lembut di kulit, cocok dipakai berlama-lama terlebih di jalanan,” ungkap pria asal Malang ini.
Abdul menuturkan, jaket kulit yang ia buat sendiri ini menggunakan bahan kulit asli yang didatangkan langsung dari produsen kulit di Garut, Jawa Barat. “Kami memesannya tiap bulan langsung dari Garut, karena permintaan jaket kulit yang kian meningkat,” ujarnya.
Harga jaket kulit tersebut berdasarkan ukuran, biasanya  pelanggan datang dengan desain atau permintaan model jaketnya sendiri, setelah itu baru mereka dibuatkan. Ia menjelaskan, jaket kulit dengan ukuran paling kecil atau S dibandrol Rp 800 ribu.
 “Untuk jaket kulit dengan bahan kulit kambing atau sapi kami kenakan Rp 750 ribu untuk ukuran terkecil,” papar Abdul.
Kulit sapi dan kambing biasanya juga dijadikan barang lain seperti tas, dompet, sepatu, sandal, dan sabuk.  Setiap hari ada 13 jaket kulit yang dapat diproduksi dan tiap bulan sekitar 100 jaket kulit laku terjual.  “Kami juga menerima pesanan dalam jumlah besar atau partai. Biasanya, pesanan seperti ini datang dari perusahaan-perusahaan besar dari luar pulau. Pemesanan terbanyak dalam jumlah besar mencapai 100 jaket kulit,” ucap pria yang telah menjalankan usaha Jaya Kulit selama 12 tahun ini.
Abdul berujar, Jaya Kulit juga menyediakan jasa servis khusus untuk jaket kulit dengan memperbaiki jaket lama yang usang menjadi seperti baru kembali. Ada juga pelanggan yang meminta jaket kulitnya untuk di-sped (diwarnai kembali).  “Banyak yang meminta servis sped, yaitu mengubah warna usang pada jaket kulit mereka agar terlihat cerah kembali. Di sini kami dapat melakukannya hanya dengan biaya sekitar Rp 40 ribu sampai Rp 50 ribu saja,” pungkas Abdul. (mg9/han)