Hypermart Rela Kehilangan Omzet Rp 25 M

MALANG - Tinggal menghitung hari Hypermart Malang akan tutup operasional. Tepatnya per 16 Agustus mendatang, pelanggan setianya mesti menunggu renovasi yang dilakukan oleh Hypermart yang diperkirakan memakan waktu dua bulan. Kini, area bisnis pun telah tampak melompong, hanya item cuci gudang yang tersisa.
Store Manager Hypermart Malang, Mardi Puswahyu mengatakan, tinggal tiga hari lagi masa operasional. Otomatis, isian produk Hypermart hampir bersih. "Tidak ada lima persen produk yang tersisa. Hanya item cuci gudang dan beberapa produk fresh," katanya.
Menurut dia, bersih-bersih yang telah berlangsung tiga pekan lebih, paska lebaran lalu, membuat produk dijual lebih murah dan beberapa produk disimpan di gudang. Untuk produk yang masih bertahan lama, disimpan kembali. Sementara, produk yang selama ini sudah di rak display, sebagian besar masuk dalam cuci gudang.
"Masih ada waktu sampai Sabtu (15/8/15), bagi yang cocok dengan produk cuci gudang. Diskonnya bisa lebih dari 70 persen. Tetapi sepertinya dua hari lagi sudah bersih," jelasnya.
Menurur Mardi, Hypermart akan tutup operasional minimal hingga 15 Oktober 2015. Dari plan renovasi, jadwal akan berlangsung sampai 8 Oktober. Setelah itu, selama sepekan berlangsung restock, untuk memasukkan semua produk ke dalam toko dengan konsep yang baru.
Dalam kurun waktu renovasi itu, diakuinya, karyawan Hypermart terhitung tidak bekerja hanya satu bulan saja. Sebab, di akhir September, karyawan akan kembali aktif mempersiapkan semua produk di divisi masing-masing. Total, ada 120 karyawan saat ini. Hypermart dengan konsep G7 akan menambah 60 karyawan baru.
"Areanya sedikit lebih luas, ketimbang sebelumnya. Mengurangi bagian kasir dan beberapa ruangan yang selama ini menjadi gudang. Fresh area lebih besar dari sekarang dan pasti menambah karyawan," jelas dia.
Menurut Mardi, selama dua bulan tidak beroperasi, Hypermart akan kehilangan omzet mencapai Rp 25 miliar. Perhitungan omzet harian sebesar Rp 400 juta harus direlakan oleh pusat perbelanjaan ritel itu. Sementara, untuk biaya renovasi dan perubahan wajah store, diprediksi mencapai Rp 20 miliar.
"Hitungan kasarnya seperti itu. Omzet yang hilang, otomatis akan dikejar dengan Hypermart G7 mendatang. Sampai ketemu lagi dengan tampilan baru kami," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Matos, Fifi Trisjanti memastikan, bila konsep anyar Hypermart akan lebih menarik pelanggan dalam berbelanja. "Model lebih modern, pasti lebih bagus," ujarnya.
Menurutnya, Matos tidak akan terganggu selama proses renovasi berlangsung. Lower ground pun akan tetap berfungsi normal, kecuali area Hypermart. "Tidak ada kendala, pengunjung masih bisa nyaman berbelanja di Matos. Area setingkat dengan Hypermart juga masih digunakan pameran dan even," sebutnya. (ley/han)