Pertalite Segera Dijual di SPBU Lain

MALANG - Kehadiran BBM jenis baru bernama Pertalite di beberapa SPBU dj Malang Raya membuat pengusaha Migas mulai bersiap untuk mengalokasikan area bisnisnya untuk menjual Pertalite. Pasca 12 SPBU pertama telah menjual bahan bakar dengan Oktan 90 itu, segera dijadwalkan ada tambahan SPBU baru di bulan ini.
"Dalam waktu dekat ini, pasti sudah bertambah. Sebab, banyak pengusaha yang tertarik menjual Pertalite," ujar Ketua Hiswana Migas DPC Malang, Yusuf Hermana.
Menurut dia, bahkan di pekan ini sudah bisa bertambah. Sebab, beberapa SPBU yang masuk kategori siap, tinggal menunggu keputusan dari Pertamina untuk turut menjual BBM dengan harga Rp 8.400 per liter tersebut.
Dia mengatakan, ketika ada wacana Pertalite masuk ke Malang, pengusaha sudah mendapatkan penawaran. Meskipun tidak semua, beberapa SPBU sudah mengajukan diri. "Tetapi tidak semua bisa langsung diterima, karena ada beberapa pertimbangan, seperti area tangki penyimpanan, dispenser dan nosel untuk pengisian," terang Yusuf.
Menurutnya, bagi pengusaha yang ingin menjual Pertalite mesti menyiapkan investasi sebesar Rp 250 jutaan untuk kelengkapan. Angka itu, berlaku bagi SPBU yang belum memiliki tangki simpan BBM untuk Pertalite. "Sementara 12 SPBU yang sudah ready, mereka memiliki tangki yang belum berfungsi atau BBM lainnya belum maksimal penjualannya, dan coba diisi dengan Pertalite," papar Yusuf.
Dia menargetkan, sebanyak 88 SPBU di Malang Raya bisa menjual Pertalite, baik di Kabupaten Malang, Kota Malang maupun Kota Batu. Menurut dia, semua pengelola SPBU sudah mendapatkan masukan tentang potensi Pertalite.
"BBM-nya bagus, jadi kami sarankan pengelola SPBU menjual Pertalite. Meskipun tidak langsung semuanya bisa, butuh dana untuk persiapan menjual," urainya.
Terpisah, Manager Operasional SPBU Talok, Keris Arissyah Halley mengakui, di SPBU-nya belum menjual untuk saat ini. Namun, dia memastikan dalam waktu dekat akan turut menjual Pertalite.
"Sekarang perlengkapan belum siap. Kami harus menambah tangki tanam lebih dulu," ujarnya.
Menurutnya, solusi dengan mengalihfungsikan tangki dari BBM lain, tidak bisa dijalankan. Pasalnya, penghitungan penjualan Premium, Pertamax, Pertamax Plus, Solar dan Pertamina Dex di tempatnya sudah pas. "Ya solusinya harus menyiapkan dana untuk membeli perlengkapan, khusus untuk Pertalite," tambahnya.
Menurut Halley, dia menargetkan sebelum akhir tahun sudah menjual Pertalite. Untuk saat ini, selain persiapan dana untuk investasi, dia masih menunggu potensi pasar dengan melihat hasil penjualan di SPBU yang telah menjual Pertalite. "Setelah itu kami baru action, bisa lebih cepat dari target awal," pungkasnya. (ley/han)