Harga Laptop Mulai Naik

MALANG – Pelemahan rupiah terhadap dollar AS yang terhitung lama dan bertahan di kisaran (saat ini) Rp 13.700 telah berimbas ke berbagai sektor bisnis. Tak terkecuali penjualan barang impor seperti laptop dan personal computer yang mengalami kenaikan harga, terutama produk yang menggunakan dollar sebagai patokan harganya. Malahan, posisi yang mendekati Rp 14 ribu, dikhawatirkan akan berpengaruh pada harga di triwulan terakhir tahun ini.
Customer Service Branded IT Store Cyber Mall, Eki Anggraini mengatakan, harga laptop terimbas pelemahan rupiah. “Terutama laptop yang penjualannya dengan kurs dollar. Pasti turut naik harganya dan otomatis customer mesti menyiapkan budget lebih besar ketimbang biasanya,” katanya.
Menurut dia, tahun ini harga jual beberapa brand yang sangat terpengaruh seperti Asus, Sony, dan HP. Sebab beberapa item produk vendor tersebut menggunakan patokan dollar. Dia merinci, sejatinya harga sudah mengalami kenaikan sejak triwulan pertama lalu. Medio Maret 2015, ada kenaikan sekitar Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu. Harga kembali berubah, ketika dollar masih juga perkasa terhadap rupiah. “Ada kenaikan lagi di bulan Mei, kisarannya sama dengan kenaikan yang pertama,” beber dia kepada Malang Post.
Eki menyampaikan, untuk satu produk, perubahan harga antara Rp 200 ribu- Rp 400 ribu atau saat ini kenaikan harga antara 5-10 persen. Harga itu berlaku pada produk yang bukan kategori new release. “Produk baru, pabrik sudah lebih dulu menaikkan harganya dan jauh lebih mahal,” tegasnya.
Menurutnya, jika kondisi masih seperti ini, potensi kenaikan akan terjadi lagi di awal September atau paling lambat Oktober. Hal itu dipastikan kian memperburuk pasar PC yang selama tahun ini terhitung kurang bagus. “Sejak awal tahun tren penjualan juga tidak begitu bagus. Daya beli masyarakat tidak sebaik tahun lalu. Terbukti dengan penurunan penjualan, selama semester pertama lalu,” urai dia panjang lebar.
Menurut dia, hingga Juni lalu sales menurun sekitar 20 persen, ketimbang tahun sebelumnya. Secara prosentase memang ada perbaikan, ketika dibanding dengan triwulan pertama. “Tetapi masih tidak bisa menyamai penjualan di tahun sebelumnya,” tambahnya.
Juli lalu, sales terhitung mulai membaik. Salah satu faktor utamanya, tahun ajaran baru. Momen tersebut, banyak pelajar dan mahasiswa membutuhkan perangkat untuk menopang kegiatan belajarnya. Namun, menurut dia, pembelian dari customer terlihat sangat selektif.
Terpisah, Sales Counter HP Mega Store, Elisa mengatakan, HP juga mulai mengeluarkan harga terbaru di Agustus ini. “Harga laptop mulai naik, meskipun tidak mencapai 10 persen,” jelasnya.
Menurut dia, kenaikan ini paling terutama terimbas naiknya spare part, yang terjadi sekitar dua bulan terakhir. Sehingga, pabrikan pun mulai merilis harga terbaru, yang bisa saja kembali naik di bulan depan. “Minimal dua bulan pasti ada keluaran harga terbaru. Bulan ini, harga setiap produk mengalami kenaikan, apalagi yang best seller,” ujar perempuan berkerudung ini.
Menurut dia, untuk penjualan, Juli lalu sudah termasuk mengalami peningkatan. Dia memprediksi, sales masih akan tetap ramai hingga akhir bulan. “September, masih belum bisa diperkirakan growth salesnya. Harganya yang mungkin bisa naik lagi,” pungkas dia. (ley/han)