Tunda Impor Baju, Tak Berani Naikkan Harga

Salah satu bisnis yang sangat dipengaruhi nilai tukar rupiah adalah usaha yang mendatangkan produk impor sebagai andalan utama penjualan. Seperti dirasakan Antariksa Ayu Pratama, pemilik butik fashion impor Caddyshop. Ia mengungkapkan efek melemahnya nilai tukar rupiah membuat penjualannya turun drastis. Ia harus menyetop terlebih dahulu produk unggulannya.
“Saat ini barang-barang yang biasa saya datangkan dari luar negeri, harga aslinya meningkat tajam. Hal ini menyusahkan dan merumitkan penyediaan stok koleksi barang terbaru di butik. Jadi, untuk bulan ini saya menunda penyediaan stok barang baru impor, sampai kondisi rupiah stabil,” keluh Icha, panggilan akrabnya.
Icha pun mencoba bertahan dengan koleksi-koleksi barang yang masih ada dengan meniadakan diskon dan potongan harga ditiadakan. Hal sama turut disampaikan Wiwin Puspitasari, pemilik usaha karpet impor Turki, Farah’s.  “Meski pelemahan rupiah berpengaruh pada harga, saya sekarang tidak akan menaikkan harga karpet yang saya jual,” ungkap Wiwin.
Sedikit berbeda dengan dua pengusaha sebelumnya, Bagus Handoyo Warih, General Manager The Lily Luxury Cars, mengaku tidak mendapatkan efek signifikan dari melemahnya nilai tukar rupiah saat ini. Ia mengungkapkan, usaha jasa penyewaan seperti The Lily tidak akan mengalami guncangan akibat karena penyediaan stok armada dilakukan beberapa tahun sekali.
“Kebetulan, tahun ini koleksi mobil baru telah kami sediakan beberapa bulan lalu. Namun, tidak menutup kemungkinan jika melemahnya nilai tukar rupiah yang nantinya kan berefek domino sampai pada BBM. Jika BBM ikut naik, maka kami pun akan kena efek,” jelas Bagus.
Sedangkan Lusi Sulistyowati, pemilik usaha kuliner Klappertart berharap pelemahan rupiah tidak akan banyak berpengaruh pada peningkatan harga bahan pokok seperti minyak, tepung, telur dan bahan makanan lain. “Karena usaha saya yang masih terbilang baru, saya tidak berani menaikkan harga jual produk saya. Jika rupiah nanti berpengaruh pada kenaikan bahan-bahan pokok, saya harus lebih pintar menarik minat pelanggan,” pungkas Lusi. (mg9/han)