Ubah Barang Biasa Jadi Istimewa

MALANG - Keahlian membungkus sebuah kado agar tampak lebih menarik dan cantik dapat menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. Hal ini dibuktikan Maharani Dwi Andarukmi pemilik Rumah Kado, toko spesialis wrapping atau pengemas kado.
Wanita yang akrab disapa Rani ini berujar, kesukaannya dengan kerajinan tangan melipat dan mengkreasikan segala sesuatu mengantarnya kepada bisnis Rumah Kado yang berada di jalan Bendungan Sutami ini.
“Seni membungkus kado ialah seni dalam memberi kesan pertama. Kado yang terlihat biasa-biasa saja, dengan dibungkus secara menarik dan baik akan menjadi sesuatu yang sangat berkesan bagi si penerima,” ungkap Rani, Selasa (1/9/15).
Ia menerangkan, jenis bungkus kado yang saat ini diminati pelanggan adalah bungkus kado dengan menggunakan kotak (box) bermotif tokoh karakter ataupun pita besar. Kado box dengan pita besar diminati oleh pelanggan wanita sedangkan kado box dengan motif karakter kartun, diminati kalangan pria.    
Rani menambahkan, bungkusan kado menggunakan kotak disukai karena bentuknya yang tegas, gampang dibawa, efisien dan terkesan mahal. Banyak pelanggan memilih bungkusan kado karena hadiah yang akan diberikan merupakan barang-barang biasa tetapi dengan menggunakan kotak, nilai estetikanya bisa bertambah.
Bandrol jasa pembungkusan kado menggunakan kotak tersebut mulai Rp 16 ribu tergantung ukuran dan jenis kertas pembungkus yang dipakai. “Jika kertas pembungkus biasa seperti kertas hawai, plasma, manila harganya mulai Rp 16 ribu, tetapi jika menginginkan pembungkus dari kertas lebih kasar atau yang daur ulang harganya lebih mahal bisa mulai Rp 40 ribu,” papar wanita alumnus ITN jurusan Tekstil ini.
Rani menuturkan, pembungkusan kado dengan kertas daur ulang lebih mahal karena proses mengolahnya terbilang rumit. Selain itu, biasanya, jika pelanggan menginginkan pembungkusan menggunakan kertas daur ulang akan ditambahkan pernak-pernik seperti biji-bijian, bunga kering atau pun daun kering.
Wanita asal Surabaya ini mengatakan, keunggulan Rumah Kado di antaranya adalah model bungkusan dapat dipilih sesuai model dan selera pelanggan, dapat melayani kado segala ukuran dan proses pembungkusan yang tidak lebih dari 1 hari.
“Pelanggan dapat dengan leluasa membawa barang yang akan dijadikan hadiah baik dalam bentuk apapun. Kado terbesar yang pernah kami tangani seperti sepeda, guci bahkan kulkas. Dapat kita bingkiskan secara menarik untuk kepuasan pelanggan,” tuturnya.
Rumah Kado sering menjadi pilihan warga Kota Malang sebagai penyedia bingkisan untuk hantaran atau mahar. Untuk bingkisan mahar dibandrol mulai Rp 200 ribu sedangkan hantaran dibandrol mulai Rp 75 ribu. (mg9/han)