Ojek Pangkalan Santai Keberadaan GoGo Jack

MALANG – Layanan ojek dan antar barang GoGo Jack di Kota Malang yang semakin mendapatkan  tempat di hati masyarakat, nyatanya tidak membuat takut tukang ojek pangkalan. Hal ini terlihat dengan normalnya pendapatan dan tidak pernah ada gesekan, antara driver GoGo Jack dan tukang ojek pangkalan yang terhitung lebih dulu menawarkan jasa ojek kepada masyarakat.
Salah satunya diakui oleh anggota Ojek Pandega, yang memiliki lokasi tidak jauh dari tempat bisnis GoGo Jack di Jalan Raya Sulfat. Perwakilan Paguyuban Ojek Pandega, Juni Muji Suprianto mengatakan, tidak ada permasalahan yang terjadi sejak adanya GoGo Jack beberapa bulan terakhir. “Kami sudah tahu keberadaan GoGo Jack. Masih baru kok, belum setahun ini dan tidak masalah,” katanya.
Menurut dia, GoGo Jack memang mudah dikenal, meskipun masih terhitung baru di Malang. Sebab sempat promosi gencar dilakukan oleh manajemen, terutama ketika baru hadir, empat bulan lalu. “Dulu  banyak spanduk promo di jalan-jalan. Makanya kami pun cepat paham, selain informasi dari mulut ke mulut,” beber dia ketika ditemui Malang Post di Pangkalan Ojek Pandega, Rabu (2/9/15) kemarin.
Juni menuturkan, di Paguyuban Ojek Pandega yang memiliki 14 anggota resmi, tidak mempermasalahkan keberadaan GoGo Jack. Dengan bijak, pria berbadan tinggi besar ini menyampaikan, pendapatan mereka masih terhitung normal. Kalaupun terjadi penurunan, relatif sesuai dengan perkiraan. “Tidak ada penurunan drastis. Sepi memang risiko, tetapi kadang masih ramai,” tambahnya.
Menurut Muji, rata-rata yang memanfaatkan jasa ojek di pangkalan ini antara 10-15 orang per hari. Hitungan tersebut, berlaku bagi anggota yang bekerja terhitung full, antara pukul 06.00 WIB sampai pukul 18.00 WIB. Jam tertentu, akan ramai penumpang misalnya pagi hari ketika berbarengan dengan jam kerja ataupun sore hari. Sementara, ketika siang hari sebagian anggota memilih waktu untuk beristirahat.
“Kebetulan anggota masih di sekitar sini. Beberapa juga kenal terhadap pengemudi GoGo Jack,” papar dia.
Dia menambahkan, pekerjaan memiliki untung dan rugi, tidak selalu pula akan mendapatkan hasil maksimal. Terlebih dengan model pekerjaan lepas, sepi merupakan hal yang kerap dialami oleh tukang ojek. “Kalau sepi ya di rumah. Begitu ramai, jarang di rumah misalkan ketika akhir pekan harus mengantar penumpang,” urainya.
Muji  mengakui, keberadaan GoGo Jack pun membuat anggota Ojek Pandega mesti memberikan servis yang baik, sekalipun tidak memiliki sistem layanan yang modern. Misalnya, tukang ojek mesti memperhatikan keselamatan penumpang serta tidak memberikan tarif yang ugal-ugalan. Untuk mengantar penumpang dengan tujuan area Sulfat, tarif mulai dari Rp 5.000.
Sementara itu, Asisten Manajer GoGo Jack, Yoan Pricila menuturkan, dalam sistem gaji GoGo Jack, driver akan mendapatkan gaji bulanan dan bisa mendapatkan bonus ketika berprestasi. “Jika mereka melampaui target, pasti ada bonus. Ketika sepi, mereka bergaji normal,” jelasnya.
Sistem gaji untuk tukang ojek yang demikian, membuat GoGo Jack memiliki driver 45 orang dan terus bertambah. Diakui Yoan, ada beberapa calon driver yang mendaftar dan akan diterima oleh jasa yang beralamat di Jalan Sulfat Agung ini untuk ekspansi yang direncanakan akhir September ini.
“Permintaan customer semakin banyak, kami merencanakan membuka tempat pangkalan di Jalan Ade Irma Suryani, sebelum pergantian bulan,” pungkas Yoan. (ley/han)