Siapkan Rp 4 M untuk Peremajaan

MALANG – Dua perusahaan taksi bersaudara, Argo Perdana dan Mandala akan mendapatkan peremajaan armada dalam waktu dekat. Total investasi sebesar Rp 4 miliar disiapkan untuk peremajaan armada berjenis multi purpose vehicle (MPV), menyesuaikan minat dan keinginan pasar saat ini.
Direktur Argo Perdana dan Mandala, Reza Prabawa Wijaya mengatakan, peremajaan ini akan dilakukan medio September-Oktober tahun ini, melanjutkan peremajaan yang telah berlangsung sejak tahun lalu. “Kami melihat ketika mengupgrade beberapa armada untuk Taksi Mandala mendapatkan respon positif. Armada MPV ternyata disukai dan akan kami lanjutkan secara bertahap,” katanya.
Menurutnya, di semester dua tahun ini, investasi sebesar Rp 4 miliar disiapkan untuk mengganti 24 armada. Sebelumnya, di Taksi Mandala sudah ada pergantian armada, dari jenis sedan ke MPV yang berlangsung tahun ini.
“Tahun ini sebenarnya kami sudah investasi untuk beberapa armada. Tambahan yang akan dilakukan, menggenapi 50 unit peremajaan untuk menambah varian taksi di Argo Perdana dan Mandala,” papar Reza kepada Malang Post.
Pria berusia 33 tahun ini menyampaikan, persiapan untuk pergantian unit ini sudah berlangsung sejak Juli lalu. Dua unit MPV yang sedang dipertimbangkan yakni Ertiga dan Mobilio. Menurutnya, Ertiga sudah menjadi pilihan untuk Taksi Perdana. Akan tetapi, berdasarkan pantauan saat ini, minat besar pada unit Mobilio.
“Kami masih berhitung, entah dibagi untuk Perdana atau Mandala. Mungkin juga peremajaan semua berjenis Mobilio, sebab dari pantauan driver dan penumpang suka dengan Mobilio. Secara penampilan lebih mewah,” urai dia panjang lebar.
Reza menyampaikan, peremajaan ini nantinya tidak hanya pada pergantian armada. Sebab, perusahaan juga akan memaksimalkan pemasaran secara lebih modern. Misalnya dengan metode pembayaran seperti taksi di Jakarta, menerima pembayaran via debet dan voucher.
“Selain itu, menyiapkan strategi seperti pemberian diskon untuk loyal customer. Harus pandai memberikan program menarik, agar masyarakat percaya dan mau menggunakan jasa taksi kami,” tambahnya.
Menurut dia, metode pemesanan taksi juga lebih maju lagi. Teknologi komunikasi yang semakin berkembang, membuat perusahaan ini pun membuka layanan pemesanan taksi via Whatsapp dan Blackberry.
Secara keseluruhan, hingga berakhirnya semester pertama lalu, bisnis jasa ini mengalami peningkatan permintaan layanan sekitar 15 persen. Reza mengakui, memang kenaikan itu tidak begitu besar di tengah lesunya ekonomi, akan tetapi saat terjadi pertumbuhan menjadi bukti jika jasa taksi masih diperlukan bagi masyarakat Malang. “Makanya, perlu peremajaan dan strategi agar kian bertambah yang menggunakan jasa kami,” tandasnya. (ley/han)