Malang Pilot Project ATM Setar

MALANG – Sukses dan dinilai efektif dalam memfasilitasi transaksi nasabah di Jakarta, PT Bank Central Asia (BCA) terus mengembangkan keberadaan Automatic Teller Machine (ATM) Setar (setor tarik) ke kota lain. Seperti di Kota Malang yang mulai medio Agustus lalu sudah mendapat jatah ATM yang bisa digunakan untuk setoran serta tarikan dalam satu mesin, dan kini telah mencapai 15 persen dari keseluruhan mesin di wilayah kerja BCA Kanwil VII.
Kepala Pendukung Operasi Wilayah VII BCA, Edy Susanto mengatakan, ATM Setar kini sudah mulai dikenalkan di Kanwil VII. Kota Malang, menjadi pilot project pengoperasian ATM Setar. “Sejak bulan lalu, ATM sudah kami operasikan di beberapa titik. Segera berlanjut ke kota lain di bawah Kanwil VII,” katanya.
Menurut dia, ATM Setar bisa didapati di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Kawi, P. Sudirman, Galunggung dan Borobudur. Sementara itu, untuk di luar Malang sudah berlaku di beberapa titik di Pasuruan dan Wlingi, Blitar. “Untuk tahun ini, progres penggunaan ATM Setar sudah mencapai 15 persen dari keseluruhan mesin. Targetnya bertahap hingga 1-2 tahun lagi, hingga 100 titik mesin ATM,” beber dia ketika berbincang dengan Malang Post, Rabu (9/9/10) kemarin.
Dia menuturkan, target pengembangan terkini menyasar beberapa kota berikutnya seperti Probolinggo dan Tulungagung. Selain itu, kota potensial yang tercatat memiliki frekuensi setoran maupun tarikan menonjol menjadi prioritas. “Untuk Malang Raya, upgrade atau penggantian akan berlanjut tahun depan. Kami juga masih menganalisis balancing, antara setoran dan tarikan di suatu kantor cabang atau kantor kas,” tuturnya.
Menurut dia, Kanwil VII mulai  menggunakan ATM Setar karena manfaat dari mesin ini. Jika sebelumnya terbatas pada tarik tunai saja atau setor tunai saja, dengan fungsi bersamaan yakni bisa setor dan tarik, membuat kinerja lebih efektif.
“Dengan ATM Setor Tunai saja, ketika sudah full nasabah tidak bisa lagi menggunakannya dan mesti menunggu uang diambil. Begitu juga ketika ATM Tarik Tunai saja, habis harus menunggu diisi ulang oleh tenaga kami,” papar dia panjang lebar.
Alhasil, ditambahkan oleh pria asal Pasuruan ini, bank akan lebih efektif dalam memberikan pelayanan. Terutama ketika transaksi dibutuhkan di luar jam kantor, seperti sore dan malam hari. Uang tunai di dalam ATM pun lebih cepat berputar, bisa ditarik dan mendapatkan setoran dari nasabah.
Dia menuturkan, ATM Setar ini bisa dimaksimalkan untuk setor tunai mencapai Rp 15 juta per kartu ATM dalam sehari. Untuk pecahannya, terdiri dari Rp 20 ribu, Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu, bisa diterima oleh satu ATM Setar. “Tetapi berbeda ketika dana ditarik, maka mesin akan membaca dan mengutamakan pecahan besar untuk diberikan kepada nasabah. Dana maksimal sebesar Rp 1 miliar per ATM Setar,” urai dia panjang lebar.
Untuk saat ini, di BCA Kanwil VII memiliki frekuensi rata-rata 9-12 ribu transaksi per bulan di setiap ATM. Transaksi itu berlaku pada mesin yang memiliki satu fungsi, penarikan atau setoran tunai saja. (ley/han)