Target Kredit Mikro Rp 1,5 Triliun

MALANG - PT Bank Mandiri Tbk Area Jawa Timur telah merealisasikan lebih dari 50 persen target penyaluran kredit mikro sepanjang tahun ini. Tercatat, hingga akhir Semester I/ 2015, perbankan ini membukukan penyaluran kredit mikro mencapai Rp 800 miliar, dari target Rp1,5 triliun.
Regional Retail Head Bank Mandiri Jawa III, Sugeng Hariadi, mengatakan, perolehan tersebut tumbuh 31 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu. Dia optimistis bisa mengejar target tersebut, meskipun di tengah perlambatan ekonomi.
"Hingga akhir Desember tinggal Rp700 miliar saja. Harus optimistis target bisa tercapai, meski ekonomi melambat. Kami tetap menyalurkan kredit mikro, namun lebih selektif," papar dia, di sela-sela Media Gathering 2015, Jumat (11/9/15) kemarin.
Menurutnya, strategi Bank Mandiri untuk mencapai target tersebut, kini fokus pada segmen unggulan yang selama ini dibiayainya. Misalnya penjual sembako, pemilik kos, industri rumah tangga, warung makan hingga bengkel.
Dia mengungkapkan, Bank Mandiri memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan kredit mikronya, menyusul potensi nasabah usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Timur mencapai 4,2 juta nasabah. "Potensi masih sangat bagus, karena ada potensi nasabah UMKM 4,2 juta nasabah. Nasabah Bank Mandiri baru 115 ribu nasabah," ungkapnya.
Menurut dia, saat ini portofolio kredit mikro juga terdorong oleh rencana penyaluran kredit usaha rakyat (KUR)."Tahun ini kami harapkan mampu menyalurkan KUR hingga Rp 400 miliar," jelasnya.
Sugeng menuturkan, Mandiri akan memberikan bunga yang kompetitif bagi para debiturnya. Saat ini, bunga kredit mikro Bank Mandiri berkisar 1 persen-1,5 persen per bulan dengan rata-rata pinjaman Rp 50 juta sampai Rp 100 juta per nasabah.‬
Sementara itu, salah satu contoh debitur mikro Bank Mandiri di Malang, pemilik GS Woodcraft, Retno Hastuti mendapatkan kunjungan manajemen Bank Mandiri Kamis (10/9/9) lalu. Dia merupakan debitur yang mendapatkan kepercayaan untuk pembiayaan hingga pendampingan pengembangan usaha.
Area Head PT Bank Mandiri Malang, Theresia Pratiwi Hastari mengatakan, kredit dari Retno Hastuti dimulai dengan dana yang sangat kecil. Kredit mulai Rp 10 juta hingga akhirnya bisnis berkembang dan kini sudah mendapatkan pinjaman jauh lebih besar.
"GS4 (Gondosuli 4) Woodcraft merupakan satu dari sekian banyak debitur mikro sekaligus binaan dalam pengembangan usaha. Tercatat, usaha ini ditopang dana oleh Bank Mandiri sejak 2002 lalu," ujarnya.
Menurut dia, menjadi binaan juga memberi keuntungan bagi usaha mikro. Mereka beberapa kali mendapat kesempatan mewakili Bank Mandiri dan Malang untuk mengikuti pameran di luar kota.
Di tempat yang sama, Owner GS4 Woodcraft Retno Hastuti menuturkan sudah menjadi debitur mikro Bank Mandiri selama 13 tahun, dia memperoleh banyak keuntungan. "Selain dapat pinjaman modal untuk mengembangkan usaha, ada berbagai kesempatan untuk mewakili bank sebagai binaan dalam pameran di Ina Craft," ujarnya.
Selain itu, dia mengakui, dari mengembangkan usaha hanya dengan sang suami, kini dia mempunyai 14 pekerja. Untuk besaran pinjaman sudah melebihi angka Rp 50 juta. "Pinjaman modal semakin besar, untuk mengembangkan usaha," paparnya.
Omzet dari GS4 Woodcraft kini bisa mencapai Rp 50 juta per bulan. Jumlah itu untuk melayani permintaan aksesoris dan perlengkapan rumah tangga. (ley/han)