Minta Hapuskan Biaya Adminitrasi

MALANG - Upaya Bank Indonesia untuk menggalakkan cashless money ditindaklanjuti Bank Central Asia (BCA) dengan memaksimalkan pelayanan melalui mesin ATM. Jika sebelumnya, bank swasta terbesar di Indonesia itu sudah melayani berbagai jenis tagihan, kini layanannya dipastikan bertambah dengan adanya opsi tagihan PDAM.
“Penambahan layanan ini sudah dilakukan sekitar awal September. Sementara dikhususkan bagi pelanggan PDAM di Kota Malang. Untuk yang di kabupaten, masih running,” kata Kepala Pendukung Operasi BCA Wilayah VII Edy Susanto.
Ia mengatakan, inovasi layanan tersebut sejalan dengan makin tingginya transaksi keuangan para nasabah BCA. Ia tak menampik bahwa bank yang digagas Sudono Salim tersebut merupakan bank transaksional. Sehingga arus uang keluar masuk sangat tinggi.
Edy melanjutkan, dengan penambahan fasilitas tersebut, sejumlah keuntungan bisa didapatkan oleh nasabah maupun PDAM. Bagi nasabah, mereka tak perlu lagi mengantre di loket pembayaran tagihan air. Sedangkan bagi PDAM, layanan tersebut akan mengefisienkan sumber daya manusia sehingga biaya operasional bisa ditekan.
“Nasabah tak perlu lagi membayar tagihan PDAM di jam operasional. Karena ATM beroperasi selama 24 jam,” jelas dia.
Di awal, Edy mengatakan bahwa nasabah yang membayar tagihan PDAM tidak akan dikenai biaya administrasi. Namun jika dikemudian hari terdapat perubahan kebijakan dengan dibebankan biaya administrasi ke pelanggan, maka akan dicantumkan pada rincian pembayaran yang tertera di layar ATM. “Sehingga pelanggan PDAM bisa memilih untuk meneruskan transaksi, atau membatalkannya,” jelas Edy.
Untuk membayar tagihan PDAM di ATM BCA, pelanggan cukup mengikuti instruksi penggunaan kartu ATM. Nanti terdapat opsi pilihan pembayaran. Di opsi tersebut akan ada pilihan pembayaran lain-lain. Setelah itu pilihan pembayaran PDAM. “Pelanggan bisa memasukkan nomor pelanggan kemudian akan tinggal membayar sesuai besaran tagihan,” pungkas dia.(ara/nda)