IHSG Ditutup Menguat, Rupiah Masih Loyo

Jelang rapat petinggi bank sentral AS atau The Federal Open Market Committee (FOMC), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat meskipun mayoritas bursa regional Asia melemah. Sementara itu, rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Indeks naik sebesar 29 poin (0,69 persen) ke 4.390 setelah bergerak di antara 4.365-4.390. Sebanyak 133 saham naik, 130 saham turun, 92 saham tidak bergerak, dan 200 saham tidak ditransaksikan.

Sementara itu di pasar valuta asing, nilai tukar rupiah terkoreksi sebesar 11 poin (0,08 persen) ke Rp 14.333 per dolar, setelah bergerak di kisaran Rp 14.308-Rp 14.350 per dolar.

Lanjar Nafi, Analis Reliance Securities mengatakan bursa saham di Asia ditutup bervariasi dengan pelemahan terbesar dialami oleh indeks saham di Shanghai. Sementara data ekonomi akhir pekan menambah kekhawatiran perlambatan ekonomi.

“Indeks saham di Jepang pun ikut turun setelah data indeks industri di Jepang turun dibawah ekspetasi,” jelasnya dalam ulasan penutupan perdagangan, Senin (14/9/15).

Sementara itu, ia menilai IHSG ditutup menguat karena optimisme investor terhadap neraca perdagangan memberikan dampak positif menjelang pertemuan FOMC mengenai pembahasan kebijakan moneter.

“Investor asing pun terlihat melakukan aksi beli pada perdagangan hari ini,” ujarnya.

Mandiri Sekuritas mencatat, investor membukukan transaksi sebesar Rp 2,72 triliun, terdiri dari transaksi reguler Rp 2,37 triliun dan transaksi negosiasi Rp 365,36 miliar. Di pasar reguler, investor asing membukukan transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 91,24 miliar.

Seluruh indeks sektoral menguat, dipimpin oleh sektor barang konsumsi yang naik 1,89 persen dan sektor manufaktur yang naik 1,22 persen.

Saham di sektor barang konsumsi yang paling menguat adalah PT Langgeng Makmur Industri Tbk (LMPI, Rp 140) yang naik 16,67 persen dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR, Rp 40.250, NEUTRAL, TP Rp 38.500) yang naik 3,87 persen.

Di sektor manufaktur, saham yang paling terapresiasi adalah PT Suparma Tbk (SPMA, Rp 140) sebesar 15,13 persen dan PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI, Rp 83) sebesar 12,16 persen.

Dari Asia, mayoritas indeks saham terkoreksi. Kondisi itu ditunjukkan oleh indeks Nikkei225 di Jepang yang turun sebesar 1,63 persen dan indeks Kospi di Korsel yang melemah sebesar 0,51 persen, sedangkan indeks Hang Seng di Hong Kong masih menguat sebesar 0,27 persen.

Sore ini, mayoritas indeks saham di Eropa justru menguat sejak dibuka tadi siang. Indeks FTSE100 di Inggris naik 0,61 persen, DAX di Jerman yang menguat 0,24 persen, dan CAC di Perancis yang terapresiasi 0,3 persen. (cnn/oci)