Grand i10X Tingkatkan Penjualan

MALANG – Kehadiran amunisi baru bernama Grand i10X mulai Juli lalu, berdampak positif pada penjualan mobil Hyundai di Malang. Tercatat terjadi peningkatan sales mencapai 15 persen dan dipengaruhi permintaan mobil baru berjenis compact crossover tersebut.
General Manager Hyundai Malang, Reza Prabawa Wijaya mengatakan, sejak awal Juli mobil ini telah melengkapi line up pabrikan asal Korea tersebut. Setelah kehadiran mobil dengan harga mulai Rp 155 juta ini, penjualan mobil di diler tersebut mengalami peningkatan. “Periode Juli-Agustus lalu kami mengalami peningkatan mencapai 15 persen. Masih tipis memang, tetapi menunjukkan tren membaik di semester kedua ini,” katanya.
Menurut dia, pengaruh Grand i10X ini terbukti dengan besarnya prosentase mobil tersebut mencapai 70 persen. Sisanya, memilih Grand Avega yang merupakan  mobil tipe city car. “Penjualan Hyundai memang beda dengan brand lain. Agustus lalu bisa menjual sembilan unit sudah sangat bagus,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menuturkan, angka itu jauh lebih baik ketimbang semester pertama lalu. Tercatat, diler masih menjual di kisaran 6-7 unit per bulan, terpengaruh akan lesunya pasar otomotif yang juga terjadi di seluruh Indonesia. Reza menambahkan, untuk periode September hingga Desember mendatang, penjualan diprediksi akan jauh lebih baik.
“Meskipun tidak besar, pasti ada kenaikan. Tipe baru mempengaruhi penjualan kami. Agustus lalu, SPK juga naik hampir dua kali lipat ketimbang sebelumnya,” urai Reza panjang lebar.
Menurutnya, sebagai diler yang menawarkan mobil impor, memang berbeda hasil sales dengan kompetitor. Pasar dari Hyundai merupakan customer tertentu, yang menyukai brand dan percaya akan kualitasnya. Terlebih, di semester kedua ini muncul tantangan baru dengan ketakutan akan kenaikan harga mobil.
“Tetapi sejauh ini harga masih belum berubah. Masih sama dengan patokan di awal semester kedua ini,” tambahnya.
Reza mengakui, tahun ini menjadi tantangan bagi Hyundai dan beberapa diler dengan koleksi mobil impor. Terbukti pula, beberapa diler di Malang ada yang tidak bisa bertahan dan tutup karena lesunya penjualan otomotif. “Berbeda dengan brand seperti Toyota atau Daihatsu, harga lebih kompetitif dan masih familiar. Meskipun penjualan turun, masih terkendali,” urainya.
Dia mengakui, beberapa diler mobil impor atau built up, harus bertahan di tengah kondisi jauh berbeda dengan tahun lalu. Tak terkecuali Hyundai, meskipun penjualan belum melebihi dua digit per bulan, masih tetap meramaikan persaingan otomotif di Malang. (ley/han)