Segera Jadi PT, Siapapun Bisa Jadi Pengemudi

JAKARTA -  Perusahaan peranti lunak Uber mengatakan akan mengajukan permohonan penanaman modal asing (PMA) kepada Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada pekan ini. Dengan begini Uber akan menjadi perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), sesuai permintaan pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Bandung.
"Kami siap ikuti regulasi dan bayar pajak di Indonesia," kata Deborah Nga, Community and Policy Engagement South East Asia Uber Technologies, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (16/9).
Desakan agar Uber memiliki badan hukum datang dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sebelumnya melarang Uber beroperasi dan meminta agar mereka bayar pajak. Kehadiran Uber juga mendapat tekanan dari Organisasi Angkutan Darat dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.
"Dishub adalah tantangan untuk Uber," kata Deborah. Ia berharap permohonan PMA Uber segera dipenuhi sehingga tak ada lagi penolakan atas kehadiran perusahaan yang berbasis di San Francisco, California, Amerika Serikat itu.
Uber menyediakan aplikasi ponsel pintar yang menghubungkan penumpang dengan pengemudi mobil. Uber mempersilakan siapa saja untuk jadi mitra pengemudi, dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi.
Sejauh ini sudah ada 6.000 mitra pengemudi yang bergabung di Uber. Kebanyakan adalah warga Jakarta, dan sisanya di Bandung dan Bali. Di Indonesia, Uber beroperasi sejak Agustus 2014. Mereka punya pesaing GrabCar, anak usaha GrabTaxi Holdings asal Malaysia, yang memberi layanan serupa di Indonesia sejak Agustus 2015.
Sementara itu, sebagian besar pengemudi adalah mereka yang tergabung lewat perusahaan rental mobil atau koperasi. Jumlah saat ini, disebut Deborah, akan terus bertambah karena Uber mempersilakan siapa saja untuk menjadi mitra pengemudi guna meraih pendapatan ekstra.
Kebanyakan mitra pengemudi bergabung di layanan UberX yang menyediakan tarif lebih murah dibandingkan layanan premium UberBlack. Uber mengklaim UberX lebih murah 30 persen dibandingkan tarif taksi. Di Indonesia, Uber mengatakan bakal terus berinvestasi jutaan dollar Amerika Serikat untuk membangun pusat layanan sampai pusat pelatihan bagi para pengemudi.
Uber sendiri telah dilarang beroperasi oleh pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Bandung lantaran tak memiliki badan hukum di Indonesia dan dituding tak membayar pajak.
Sejumlah langkah dilakukan untuk menentang keberadaan Uber, salah satunya dengan menangkap para pengemudi dan menahan mobil yang dipakai oleh satuan tugas gabungan bentukan Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. Pada 4 September lalu, sebanyak 20 pengemudi mitra Uber dan GrabCar ditangkap oleh satuan tugas ini dan dibawa ke Terminal Mobil Barang Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur.(cnn/han)