Department Store Ikut Alami Penurunan Omzet

MALANG – Melambatnya kondisi ekonomi Indonesia yang menyerang berbagai sektor mulai merambah ke bisnis ritel yang menjual barang konsumtif seperti department store. Salah satunya tercatat Ramayana Department Store, pasca lebaran lalu mengalami penurunan omzet mencapai 10 persen.
Store Manager Ramayana Department Store Alun-alun Mal, Heru Pamungkas mengatakan, kondisi ekonomi tanah air juga berdampak pada department store. “Setelah berhasil tumbuh lebaran lalu, kondisi sebenarnya terlihat antara Agustus dan September ini,” katanya.
Menurut dia, penurunan omzet sebesar 10 persen ini terjadi medio Agustus 2015 lalu, dengan perbandingan tahun sebelumnya pada periode yang sama atau year on year (YoY). Angka itu, diakui Heru terhitung besar bagi department store yang menyediakan barang konsumtif. Sebab, dari tahun ke tahun seharusnya bertumbuh positif, bukannya negatif.
Heru menyampaikan, ketika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, jauh lebih turun lagi. “Jangan dibandingkan dengan Juli. Bulan itu kan berbarengan dengan lebaran, tingkat konsumsi masyarakat akan fashion pada fase puncak,” beber dia kepada Malang Post.
Menurutnya, medio Agustus lalu sejatinya Ramayana sudah menggelar beberapa kegiatan agar omzet bisa terkatrol. Misalnya dengan program cuci gudang hingga promo merdeka. Kebetulan, di bulan tersebut juga masih dalam masa liburan bagi customer tipe mahasiswa.
“Untuk customer pelajar yang datang bersama orang tua, memang sudah tidak sebanyak Juli. Konsumen mahasiswa pun tidak terlalu tinggi tingkat kebutuhannya,” tambah dia.
Alhasil, Agustus lalu omzet pusat perbelanjaan ini justru lebih sepi ketimbang Mei-Juni. Sepanjang 2015 ini, bulan lalu juga terhitung sangat rendah sebagai imbas isu ekonomi dan kondisi rupiah yang kian lemah. “Diakui atau tidak, psikologis customer terpengaruh untuk berbelanja, kecuali benar-benar membutuhkan,” sebutnya.
Dia menuturkan, medio Agustus lalu omzet Ramayana sebesar Rp 8 miliar. Angka ini jauh lebih rendah ketimbang medio Juni-Juli lalu, juga pertengahan Agustus 2014 lalu. “Juni dan Juli masih menyambut lebaran, omzet antara 8-9 kali lipat dari bulan lalu,” tambah Heru.
Padahal, pria ramah ini menambahkan, sepanjang Agustus pusat perbelanjaan di seputaran Alun-alun Merdeka ini masih menggelar beberapa event agar meningkatkan omzet. Misalkan dengan gelaran cuci gudang, shopping rally hingga pesta diskon. “Namun memang kondisinya sedang sepi, beberapa program tidak terlalu mengangkat,” tuturnya.
Sementara itu, dilihat dari angka kunjungan pun jauh lebih rendah. Heru mengungkapkan, Agustus lalu average pengunjung sekitar 2.500 orang per hari dan yang memutuskan bertransaksi sekitar 1.500 orang. Bulan ini pun relatif hampir sama. Selama dua pekan berjalan, angka transaksi sekitar 1.400 transaksi per hari.
September ini, Ramayana mencoba menambah program dengan adanya pameran batu akik. Selain itu, bagi customer yang memakai batu akik, akan mendapatkan special price ketika berbelanja kebutuhan fashion di department store. (ley/han)