Berburu Anggrek Bulan untuk Penghias Ruangan

MALANG – Banyaknya pecinta anggrek di Kota Malang, membuat Perhimpunan Anggrek Indonesia (PAI) Malang menggelar pameran bunga tersebut di pertengahan bulan ini. Berbagai varietas bunga anggrek ditampilkan dalam 26 stand pameran, tak terkecuali anggrek bulan yang hadir dalam berbagai pilihan warna dan berlangsung di area luar Museum Brawijaya Malang.
Ketua Pelaksana Pameran Anggrek Nasional, Yani Rahmasari mengatakan, pameran anggrek ini berlangsung sejak Jumat (18/9/15) kemarin dan akan berakhir Minggu (27/9/15) pekan depan. Berbagai macam tanaman anggrek dan perpaduan dengan tanaman hias menjadi sajian dari peserta, yang datang tidak hanya dari Kota Malang saja.
“Pameran ini diikuti oleh 26 peserta. Sebagian besar merupakan pecinta anggrek, yang membudidayakan tanaman ini, serta beberapa merupakan pebisnis yang sukses memasarkan bunga ini,” katanya.
Menurut dia, tidak hanya dari Malang peserta juga datang dari Surabaya, Kediri hingga Bali. Beberapa peserta tersebut, diakuinya, memiliki budidaya anggrek, yang sukses memasarkan berbagai jenis anggrek di kotanya. “Termasuk salah satu stand bernama Puspa Pesona. Koleksi anggrek bulannya beragam,” beber dia kepada Malang Post.
Dia menyampaikan, dalam pameran ini pun pengunjung yang merupakan pecinta anggrek, bisa melengkapi koleksi tanaman hiasnya dengan pilihan warna yang belum dimiliki. Menurut perempuan berkerudung itu, secara umum anggrek yang paling dikenal berwarna putih dan ungu untuk anggrek bulan. Padahal, banyak pilihan warna lain yang tidak kalah.
Yani menyebutkan, pengunjung juga bisa berkonsultasi dengan peserta yang sebagian besar merawat sendiri tanaman. Misalnya bertanya mengenai media tanam, teknik penyiraman hingga pupuk yang tepat. Tak terkecuali, ketika memilih anggrek sebagai suatu hiasan di sudut ruangan rumah atau kantor.
“Pupuk, media tanam pot, hingga tekniknya, bisa dipelajari di sini. Selain itu, akan ada seminar tentang anggrek, dan peserta juga mendapatkan kesempatan untuk trip ke satu lokasi di kawasan lereng semeru yang menjadi pusat budi daya anggrek,” urai dia panjang lebar.
Sementara itu, salah satu peserta asal Surabaya, Feni Wardhana menuturkan, membawa beragam koleksi anggrek bulan. Bunga dengan nama latin Phalaenopsis amabilis ini disediakan lebih dari 20 pilihan di stand bernam Puspa Pesona Orchid Collection itu. Jenis yang polos dan umum berwarna putih dan ungu. Sedangkan anggrek untuk koleksi, memiliki pilihan warna yang lebih kompleks.
“Warnanya bisa perpaduan kuning dan ungu atau putih dan merah muda. Ada yang bermotif bintik-bintik juga,” jelas Feni.
Menurut dia, anggrek koleksi ini kini menjadi favorit pecinta anggrek. Pasalnya, tidak hanya dibudidayakan atau ditanam, kantor pun berburu sebagai pemanis ruangan. Anggrek dipilih, sebab sangat mudah untuk merawatnya.
Menurutnya, anggrek bulan tidak membutuhkan sinar matahari penuh. Cocok ketika ditempatkan di bawah pohon rindang. Jika ditaruh di dalam ruangan, sang pemilik cukup melihat perkembangan pohonnya. Saat daun terlihat tidak hijau lagi, hal itu berarti anggrek membutuhkan sinar matahari dan bagian akarnya haus akan air.
“Tinggal siram bagian akar. Jika terkena sinar matahari, boleh disiram di bagian batang atau daun. Jika di dalam ruangan, sebaiknya jangan, sebab cepat membusuk daunnya. Penyiraman yang baik antara pukul 07.00-09.00 WIB,” ungkapnya.
Suhu ideal untuk kehidupan anggrek yakni 30 derajat di siang hari, dan sekitar 23 derajat ketika malam hari. Sementara untuk pemupukan, cukup dua minggu sekali dengan cara melarutkan pupuk ke dalam air, lalu disemprotkan ke akar dan daun. (ley/han)