ORI-012, Investasi Menarik di Tengah Kelesuan Ekonomi

MALANG - Mulai kemarin (21/9), surat utang ritel berdenominasi rupiah atau Obligasi Ritel Indonesia (ORI) memasuki masa penawaran. Sejumlah perbankan dan sekuritas telah menawarkan ORI dengan nomor 012 itu. Salah satu bank yang menawarkan ORI-012, Bank Rakyat Indonesia (BRI).
Sesuai dengan keputusan, instrumen kupon ditetapkan sebesar 9 persen per tahun sehingga dipastikan menguntungkan investor. Menurut Customer Service BRI Martadinata Eny Lidyawati, sudah banyak peminat ORI-012. Bahkan, sejak pekan lalu banyak yang menunjukkan minat untuk investasi sekalipun kupon belum ditetapkan. "BRI awalnya mengasumsikan 8 persen untuk membantu memudahkan perhitungan bagi calon investor, sembari ketentuan final besaran kupon," papar Eny.
Menurutnya, keuntungan investasi di ORI-012 akan didapatkan investor sebab kupon di atas rata-rata bunga deposito bank saat ini. Selain itu, investasi juga mudah dan murah, mulai dari Rp 5 juta dan kelipatannya. "Aman, nyaman, likuid dapat dijual sebelum jatuh tempo dan stabil karena nilai kupon tetap," tambahnya.
Terpisah, Manager SucorInvest Malang, Agus Prianto mengatakan hal yang senada. Sebelum memasuki penawaran, investor yang menyatakan ingin memesan ORI 012 sudah cukup besar. Padahal, masa penawaran ORI-012 baru berlangsung kemarin, dari 21 September hingga 15 Oktober mendatang. Sedangkan penjatahan ditetapkan pada 19 Oktober 2015. Untuk penempatan pada 21 Oktober 2015. Jatuh tempo salah satu instrumen investasi tersebut pada 15 Oktober 2018.
"Tingginya minat investor di Malang karena iming-iming kupon yang menarik, yakni 9 persen per tahun, lebih tinggi dari suku bunga acuan yang dipatok 7,5 persen," ujarnya.
Menurut dia, kemarin semakin banyak customer yang berkonsultasi dan memutuskan memesan ORI-012. “Mereka takut kehabisan, seperti tahun lalu. Sebab setiap bank dan sekuritas kan dapat jatah yang terbatas,” tambah Agus.
Para investor dapat membeli ORI-012 di 21 agen penjual. Mulai dari Bank ANZ, Bank Bukopin, BCA, CIMB Niaga, Citibank, Bank Danamon, Bank DBS, HSBC, BII, Bank Mandiri, BNI, OCBC NISP, Bank Panin, Bank Permata, BRI, Standard Chartered Bank, serta BTN.
Produk ini juga akan dijual di PT Danareksa Sekuritas, PT Reliance Securities Tbk., PT Sucorinvest Central Gani, dan PT Trimegah Securities Tbk. (ley/aim)