Marak PHK, Pembayaran JHT Capai Rp 114,6 Miliar

MALANG - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Malang mengalami peningkatan pembayaran klaim jaminan di semester kedua tahun ini. Hingga Agustus 2015 ini, BPJS TK sudah menyerahkan klaim mencapai Rp 122,6 miliar dengan klaim tertinggi pada Jaminan Hari Tua (JHT). Tahun ini, hingga dua bulan pertama semester kedua berjalan, penyaluran JHT telah menembus Rp 114,6 miliar.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Malang Sri Subekti mengatakan, JHT memang sangat tinggi angka penyalurannya. Di tahun ini, angka pembayaran klaim selalu menembus dua digit dalam hitungan miliar.
"Hanya bulan Agustus saja yang paling kecil jumlah klaim dari peserta. Selebihnya, dari Januari sampai Juli, selalu di atas Rp 10 miliar," katanya.
Menurut dia, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, angkanya jauh meningkat. Di 2014, pembayaran klaim JHT hingga Agustus sebesar Rp 101,9 miliar yang terdiri dari 11.552 kasus. Sedangkan di tahun ini, jumlah kasus menurun menjadi 10.534.
"Penyaluran klaim naik, tetapi kasusnya turun. Berarti nilai penyaluran semakin besar di tahun ini," beber dia kepada Malang Post.
Perempuan yang akrab disapa Beti ini menyebutkan, sepanjang 2015 ini jumlah rupiah yang dibayarkan memang tinggi. Terutama antara Mei-Juli lalu, angkanya di atas Rp 16 miliar per bulan. Malahan, Juli lalu mencapai Rp 20,18 miliar dan tertinggi di tahun ini.
Beti menuturkan, September ini pun dipastikan angka klaim tinggi pula. Pasalnya, banyak peserta yang mengajukan klaim untuk mencairkan JHT setelah mengalami PHK. Perempuan yang akrab disapa Beti ini mengatakan, pencairan dana tersebut diatur dalam PP Nomor 46/2015 mengenai Jaminan Hari Tua dan revisinya, yakni PP Nomor 60/2015. JHT, lanjut dia, merupakan sistem tabungan hari tua yang besarnya berasal dari akumulasi iuran ditambah hasil pengembangannya.
Dalam aturan-aturan baru tersebut, mulai 1 September 2015, Jaminan Hari Tua (JHT) para pekerja yang berhenti bekerja atau terkena PHK bisa dicairkan sesuai besaran saldo. JHT tersebut juga bisa dicairkan bagi pekerja yang meninggal dunia dan pekerja yang sudah mencapai usia 56 tahun serta Pekerja yang mengalami cacat tetap.
"Pekerja yang terkena PHK, dapat mencairkan seluruh dana simpanan JHT di BPJS Ketenagakerjaan sebulan setelah keluar dari pekerjaan. Rata-rata mereka terkena PHK dari perusahaan di tahun ini, tetapi banyak pula yang PHK tahun sebelumnya," urai dia panjang lebar.
Sementara itu, hingga bulan lalu, pencairan dana Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) mencapai rp 4,42 miliar dengan total kasus sebanyak 749. Sedangkan penyaluran Jaminan Kematian (JKM) hingga Agustus sebesar Rp 3,63 miliar dengan 171 kasus.
Beti menambahkan, bagi peserta yang ingin mencairkan JHT tidak perlu khawatir dam buru-buru mengajukannya di bulan ini. Pasalnya, pencairan tidak terbatas waktu seperti isu yang awal bulan lalu berkembang, sehingga BPJS Ketenagakerjaan dipenuhi antrean peserta yang mengajukan JHT. (ley/oci)