Harga Ponsel dan Laptop Naik Hingga 20 Persen

Rupiah Melemah
Nilai tukar rupiah masih berada dalam tren pelemahan, menyusul dolar Amerika Serikat (AS) yang terus perkasa terhadap berbagai mata uang. Dolar AS sekarang sudah melewati level Rp 14.600. Pelemahan rupiah ini langsung berpengaruh terhadap harga barang-barang elektronik di pusat elektronik Glodok Jakarta. Seperti telepon seluler hingga laptop yang memang merupakan barang impor dan dijual dalam mata uang rupiah.
Azis, salah satu penjual ponsel di Glodok, mengatakan harga ponsel ikut naik sebesar 15% sampai 20%. Misalnya, ponsel merek Samsung, dari yang awalnya seharga Rp 2 juta menjadi Rp 2,3 juta. Selain itu, kenaikan juga terjadi pada laptop. Lisa, salah seorang pedagang, mengaku akan menaikkan harga laptop sampai 15%, termasuk juga beberapa peralatan elektronik lain yang diimpor.
"Saya memang sudah tahu kabar soal dolar Rp 14.600 dan mungkin nanti saya akan menaikkan laptop yang saya jual jadi 15%. Ini juga mempengaruhi penjualan aksesoris selain laptop seperti baterai, mouse, dan lain-lain," papar Lisa seperti dilansir detikfinance.
Lisa menyebut menaikkan harga bukanlah pilihan mudah karena bisa berpengaruh terhadap penjualan.
"Sekarang sebelum Rp 14.600, yang beli laptop di tempat saya cuma 5 orang, dan kayaknya bakal lebih jelek lagi, mungkin 5 orang per minggu. Harapan saya agar ada kebijakan yang cepet deh buat dolar balik dan nggak ngerepotin kita yang kebanyakan jualan barang impor," paparnya.(dtc/han)