Lukisan Minimalis Jadi Alternatif Hadiah

MALANG - Lukisan, kini tidak hanya dimiliki atau dibeli oleh pecinta seni saja. Namun lukisan cocok pula menjadi buah tangan atau oleh-oleh ketika mengunjungi satu daerah tertentu. Dengan gambar relatif lebih simpel dan ukuran mini, bandrol lukisan yang dikerjakan dengan cita rasa seni bisa dibeli lebih murah.
Hal itu coba ditunjukkan oleh Plaza Araya dan Pelukis Empat Sekawan yang menggelar pameran di Atrium Hall pusat perbelanjaan tersebut. Karya lukisan Sadikin Pard, Ari Armed, Mungsyeh Jarot dan Morry Sunaryo dipamerkan dengan ukuran yang beragam.
"Pameran lukisan ini merupakan karya empat pelukis yang memiliki ciri khas tersendiri dalam setiap lukisan. Lukisannya kini juga tersedia dengan bentuk minimalis," ujar General Affair Plaza Araya, Adityo Nugroho.
Dia menuturkan, pameran lukisan yang akan berakhir Minggu (27/9/15) ini digelar untuk memeriahkan momen liburan di pekan ini. Selepas Idul Adha, berlanjut dengan akhir pekan, sehingga banyak pengunjung mall dari luar kota maupun anak muda yang menghabiskan waktu di mall. "Makanya, pelukis pun menyediakan koleksi dengan ukuran minimalis, lebih terjangkau dibeli oleh berbagai kalangan," beber dia kepada Malang Post.
Di tempat yang sama, salah satu seniman dari Empat Sekawan, Morry Sunaryo menuturkan, event di mall ini memang spesial. Mereka ingin menunjukkan, jika lukisan tidak harus dibeli oleh masyarakat yang gemar lukisan dan harus mengeluarkan budget mahal.
"Mulai dari harga Rp 125 ribu, sudah bisa membawa pulang lukisan sekaligus dengan piguranya. Bisa ditaruh di dinding atau di meja hias karena ukurannya hanya 40x30 cm," sebutnya.
Menurut dia, dengan harga lebih terjangkau, remaja atau pelajar pun bisa membelinya. Pengunjung yang ingin memberikan hadiah, tidak perlu khawatir kantong jebol. "Malahan, banyak yang membeli lebih dari dua lukisan, untuk koleksi dan oleh-oleh. Tetapi, kami juga tetap membawa lukisan yang berukuran besar dengan harga jutaan," ungkap Morry.
Dia menambahkan, dalam pameran ini, Empat Sekawan juga melakukan demo dengan style mereka, di dalam mall. Misalkan Morry yang melukis dengan palet dan Sadikin dengan kaki. Untuk tema, empat pelukis ini kompak mengusung Kembali ke Alam. Sehingga, semua lukisan bernuansa segar, berupa pemandangan, tumbuhan dan binatang serta aktivitas alami masyarakat. (ley/han)