High Season Berakhir, Oktober Mulai Sepi

MALANG - Meski puncak kunjungan wisatawan asing di Malang diprediksi berlangsung hingga awal September ini, beberapa hotel dan bisnis perjalanan masih terhitung tinggi menerima tamu jelang berakhirnya bulan. Termasuk Hotel Helios, yang masih menjadi jujukan sebagai tempat berlibur, serta beberapa berlanjut dengan paket wisata Jawa Timur.
Staf Kampong Tourist di Hotel Helios, Ira Nurstianti mengatakan, di tempatnya masih cukup tinggi dalam menerima tamu dan keseluruhannya dari luar negeri. "Puncak liburan memang Agustus dan awak September, tetapi hingga pekan terakhir bulan ini, keterisian hunian di Kampong Tourist masih terisi 80 persen," katanya.
Menurut dia, di Kampong Tourist berkapasitas 25 orang, dengan pilihan dormitori untuk 19 orang dan 6 untuk gazebo yang termasuk kelas private. Dormitori itu, diakuinya menjadi jujukan bagi wisatawan asing yang berkunjung ke Malang atau yang mengambil paket liburan di Helios Travel. Harganya terjangkau, hanya Rp 65 ribu untuk single bed dan Rp 120 ribu untuk double bed serta Rp 135 ribu per bed untuk gazebo.
"Kampong Tourist memang dikenal oleh wisatawan asing, terutama dari Eropa sebagai tempat menginap dengan biaya murah. Baik wisatawan yang datang sekaligus mengambil paket wisata di Helios maupun mereka yang walk in dan ingin liburan di Malang," beber Ira kepada Malang Post.
Menurut dia, akhir September ini memang relatif sudah menurun ketimbang akhir bulan lalu. Akan tetapi, dengan isian 80 persen dia memastikan masih terhitung tinggi. Seperti akhir pekan lalu, isian masih bisa penuh 100 persen. "Namun untuk bulan depan, jika melihat tren akan turun. Isian antara 50-70 persen saja," sebut dia.
Di tempat yang sama, Traveler Dominik Danieka dari Jerman mengakui jika saat ini menghabiskan liburan di Indonesia dengan tujuan di Bromo. Pemilihan Helios dan memesan dormitori di Kampong Tourist karena biayanya terhitung murah, cocok bagi backpacker dan cocok bagi istirahatnya sembari menunggu jadwal berangkat ke Bromo tengah malam.
Tour Operator Helios Transport, Dea Della Fortuna menuturkan, kini masih ada kunjungan wisatawan asing, antara 15-30 orang per hari. "Masih terhitung bagus di akhir bulan ini, karena masih menerima permintaan wisata hingga 30 orang per hari," beber dia.
Ketika high season, diakui Dea, perjalanan wisata, baik ke Bromo, Ijen maupun Malang Raya bisa menembus 70 orang per hari, dengan 90 persen customer orang asing. Dari luar negeri, Belanda paling mendominasi, diikuti Perancis, Jerman, Italia dan Spanyol. Sementara, untuk wisatawan dari Asia, Singapura dan Tiongkok terhitung paling besar.
Dia mengakui, high season tahun ini, angka kunjungan ke Helios, terutama yang melalui Helios Transport, naik sekitar 20 persen. Masa tersebut berlangsung antara Juni-September. "Sejak April mulai meningkat, sebab di Eropa sudah musim panas. Oktober-Februari kunjungan lebih rendah," imbuh Dea. (ley/han)