Di Luar Prediksi, IHSG Menguat Setelah jatuh 1,2 Persen

MALANG – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melakukan rebound dalam perdagangah hari kedua di pekan ini, Selasa (29/9/15) kemarin. Indeks mampu menguat 57 poin atau menanjak 1,41 persen setelah di awal pekan sempat terimbas sentimen negatif perdagangan Asia.
Manager SucorInvest Malang, Agus Prianto mengatakan, menguatnya IHSG dalam perdagangan kemarin sebenarnya tidak diprediksi. Malahan, banyak yang memperkirakan saham gabungan akan jatuh dalam level yang lebih dalam, setelah sehari sebelumnya turun 89 poin dan diperkuat dengan pembukaan perdagangan di pagi hari.
“Tadi sempat jatuh 1,2 persen dan hampir meninggalkan level 4.000 poin. Hal itu ditakuti oleh investor, karena perkembangan pasar modal akhir-akhir ini tidak begitu bagus,” ujarnya.
Menurut dia, sentimen negatif di pasar saham regional bahkan global, membuat aksi jual dari investor terjadi sejak pagi hari. Beberapa saham unggulan, menjadi sasaran aksi jual dan membuat investor lokal memburunya. Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 32 poin ke level 4.088.
“Tetapi begitu perdagangan dibuka kembali pas siang hari, investor lokal memanfaatkannya. Jelang penutupan, langsung terjadi pelonjakan hingga akhirnya ditutup di level 4.178 poin,” beber dia kepada Malang Post.
Gudang Garam (GGRM) dan Unilever (UNVR), tercatat menjadi emiten yang merupakan top gainers dan naik signifikan nilai jualnya. Gudang Garam naik Rp 2.250 ke Rp 42.750 dan Unilever menjadi Rp 38.000 per lembar saham. Selain itu, saham consumer seperti Indofood juga naik Rp 1.050 sebesar Rp 12.300 per lembar saham. Sebaliknya, Sampoerna (HMSP) dan Indocement, berada dalam jajaran top loser dengan turun terhitung dalam.
Dalam perdagangan kemarin, menurut Agus, investor asing banyak yang melepas saham. Tercatat, aksi foreign net sell (penjualan asing bersih) senilai Rp 522 miliar di seluruh pasar. Dalam rekapnya, frekuensi transaksi mencapai 256.634 kali dengan volume 7,7 miliar lembar saham. Nilainya mencapai 5,35 triliun. “Ada 11 saham naik, 156 saham turun dan 75 saham stagnan,” tambahnya.
Menurut Agus, sejatinya perdagangan di pekan ini masih belum terlalu bagus. Hal itu bisa dilihat dengan koreksi yang terjadi di bursa regional. Dia menyarankan, pekan ini benar-benar menganalisa perdagangan ketika ingin berinvestasi.
“Pekan ini, masih rawan. Prediksi turun ke level 4.035 poin. Tetapi tergantung pergerakan rupiah, seperti hari ini, ketika rupiah menguat terhadap dolar AS, buktinya IHSG terimbas positif,” tandas dia.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), kemarin ditutup menguat di posisi Rp 14.640 per dolar AS ketimbang posisi pada penutupan perdagangan Senin (28/9/15) di Rp 14.695 per dolar AS. (ley/oci)