Lokasi di Samping Stasiun, The Balava Hotel Raup Untung

MALANG – Belum genap dua bulan beroperasi, geliat bisnis The Balava Hotel Malang menunjukkan hasil yang bagus. Sebagai bukti, jelang berakhirnya September 2015 ini, hotel yang menjadi satu area dengan Stasiun Kota Lama ini telah berhasil mencatatkan rate occupancy mencapai 61 persen.
General Manager The Balava Hotel, Rudy Rinanto Rachmat mengatakan, sejauh ini perkembangan bisnis dan keterisian kamar dari hotel terhitung bagus.
“Sekalipun pendatang baru, ternyata hasilnya bagus. Okupansi kami bisa di atas target,” katanya.
Menurut dia, hotel yang kini dalam masa soft opening sejak 14 Agustus 2015 itu, menjadi satu pilihan terbaru untuk hospitality tamu dari luar kota. Berada di sisi selatan pusat kota, hotel ini seolah tanpa kompetitor dalam menarik tamu sehingga target okupansi bisa terpenuhi. Ketika weekend, 120 kamar yang kini telah beroperasi, bisa terisi di atas 80 persen. Sebaliknya ketika weekday, average okupansi di kisaran 48 persen.
“Meskipun puncak isian hunian sebenarnya Juli-Agustus lalu, tetapi September hingga Desember, masih menjadi masa bagus untuk bisnis hotel. So far, masih dalam range target kami,” beber Rudy kepada Malang Post.
Rudy menuturkan, tercapainya target ini karena hotel tersebut masih memberlakukan publish rate di bawah harga normal. Untuk saat ini, yang terhitung dalam masa promo, hotel itu mematok harga khusus mulai dari Rp 350 ribu. Sedangkan ketika normal, harganya mulai dari Rp 650 ribu. “Banyak yang ingin menjajal hotel baru ketika berlibur ke Malang. Di situ saat tepat bagi The Balava memaksimalkan pelayanan untuk memikat tamu,” tambahnya.
Selain itu, diakui dia, beberapa tamupun sesuai bidikan. Ada beberapa tamu walk in dari luar kota dengan naik kereta api, dan langsung turun pas di kawasan hotel.
Dia menuturkan, hingga Desember hotel itu akan memaksimalkan pengenalan kepada customer. Selain itu, finishing dari hotel juga terus dilakukan. Sebab, saat ini hotel itu juga tengah menggarap 90 sisa kamar hotel dan ballroom untuk memaksimalkan potensi MICE yang terhitung tinggi di Kota Malang.
“Saat ini kami masih mengandalkan room saja sebagai bisnis potensial. Bulan depan, kami coba maksimalkan sisi food and beverages di Nusantara Restaurant dan D’Tongkoe Sky Fireplace,” urainya.
Di Nusantara Restaurant, akan menyediakan beragam kuliner khas dari berbagai wilayah di Indonesia. Sementara, untuk D’Tongkoe perpaduan Asian dan Western yang disajikan dengan model santai. Menurut dia, D’Tongkoe sepanjang September ini telah dimaksimalkan untuk menggelar even setiap akhir pekan. Anak muda, menjadi satu target utama yang mengunjungi tempat kongkow di lantai 9 hotel tersebut.
“Kami sudah menggelar Saturday Night Fever hingga Selfie Contest ketika akhir pekan. Equator Swimming Pool juga lokasi yang pas untuk kongkow dengan view kolam renang,” tambahnya. (ley/oci)