Koleksi 24 Karat Goldmart Tetap Laris Manis

Customer percaya perhiasan tak sekadar pemenuhan kebutuhan fashion, tapi juga investasi.
 
MALANG – Pertumbuhan ekonomi boleh melemah, namun tampil gaya dengan perhiasan mewah, tetap tidak ditinggalkan oleh masyarakat di Malang. Hal ini bisa dibuktikan dengan kondisi penjualan salah satu outlet perhiasan Goldmart. Sepanjang September lalu, penjualan masih stabil dan sesuai dengan target.
Store Manager Goldmart Malang, Endriyani Setianingsih Pratiwi mengatakan, bulan lalu capaian penjualan outlet tersebut mencapai Rp 200 juta. “Masih terhitung bagus untuk penjualan perhiasan, terutama jenis emas 24 karat,” katanya.
Menurut dia, minat customer masih sangat tinggi pasca lebaran sekalipun banyak sektor bisnis khawatir dengan kondisi ekonomi saat ini. Goldmart, bisa menjual perhiasannya yang dibandrol mulai dari Rp 800 ribuan dengan kondisi normal. “Memang tidak bertumbuh atau lebih tinggi ketimbang periode yang sama tahun lalu. Tetapi, tidak sampai turun omzetnya,” papar perempuan yang akrab disapa Endri itu.
Dia mengakui, customer mempercayai perhiasan memiliki dua fungsi. Sebagai bagian investasi dan bisa pula memenuhi kebutuhan fashion. Ketika dibutuhkan sewaktu-waktu, harganya juga tidak jauh berbeda. “Malah ada potensi naik, ketika harga emas tinggi,” bebernya.
Endri menuturkan, selain minat customer untuk investasi dengan perhiasan, kemudahan yang diberikan oleh outlet juga turut mempengaruhi. Misalnya ketika Goldmart memberikan kerjasama dengan beberapa bank, yang bisa menambah daya tarik dengan hadiah atau potongan.
Masih ditambah lagi dengan kehadiran koleksi terbaru. Tercatat, Goldmart belum lama ini meluncurkan seri etnik emas 24 karat dengan finishing berbeda dari kebanyakan perhiasan emas. Sehingga, tampilan tidak lagi berkilau tetapi masih terkesa mewah. “Malahan banyak yang menyukai model dove karena tampil lebih soft dan elegan,” urai Endri kepada Malang Post.
Menurutnya, Goldmart juga memiliki koleksi yang terhitung terjangkau dengan harga koleksi mulai dari Rp 800 ribu untuk anting-anting. Jika ingin yang mewah, koleksi dengan bandrol Rp 100 juta pun tersedia. “Namun dua bulan ini, koleksi kalung seharga Rp 40 juta sampai Rp 70 juta yang paling mahal dan dibeli customer,” tambahnya.
Dia menambahkan, koleksi etnik terlihat dari desain yang identik dengan lekukan-lekukan ala batik pada item perhiasan mulai dari kalung, cincin, gelang, liontin, hingga anting-anting. Tak hanya sebagai perhiasan, koleksi emas Goldmart juga diwujudkan pada aksesoris lain seperti bunga dan hisan dinding kaligrafi.
Saat ini, Goldmart tengah menggelar pameran di Atrium Hall MOG. Penawaran menarik yang diberikan, berupa kesempatan lucky dip untuk potongan harga. Setiap pembelian emas 24 karat, berkesempatan mengambil undian dengan nilai hadiah potongan sebesar Rp 250 ribu sampai dengan Rp 5 juta. “Pameran berlangsung sepekan dan akan berakhir Minggu (4/10/15) lusa,” tandasnya. (ley/han)