Sasar Target Konsumen Muda

MALANG – Batik terus menarik minat anak muda untuk menjadi penggemarnya. Penyesuaian motif dan warna yang menarik, dengan model serta desain yang dibuat kian beragam menjadi faktor penggoda. Deva Batik, toko spesialis batik Pekalongan termasuk yang menyasar anak muda sebagai konsumen setia.
Owner Deva Batik, Ilyas Ramadani mengatakan, batik Pekalongan memiliki perbedaan sangat mendasar dalam corak dan warna. “Dibandingkan dengan batik tulis Solo, Batik Pekalongan coraknya lebih atraktif, warnanya pun juga lebih berani,” katanya.
Karena itu juga banyak anak muda yang menggemari baju dari batik Pekalongan. Menurut Ilyas, permintaan konsumen terhadap fashion batik akhir-akhir ini dinilai cukup tinggi, terutama dalam permintaan gamis batik.
“Banyak sekali yang datang ke toko mencari gamis batik, selain itu batik couple juga sangat diminati akhir-akhir ini,” ungkap Ilyas.
Menurutnya, ada momen-momen tertentu saat penjualan batik melonjak tajam. Menjelang Hari Batik dan ketika musim kondangan. Koleksi yang ditawarkan Deva Batik sendiri dibandrol terjangkau, mulai Rp 150 ribu sampai Rp 165 ribu untuk berbagai kemeja pria, sedangkan untuk gamis dipatok  Rp 260 ribu. Varian harga tersebut berbeda tergantung jenis kain dan kerumitan coraknya.
Satu bulann, dalam kondisi paling sepi sekalipun, Deva Batik dapat meraup omzet sampai Rp 80 juta. “Kuncinya cuma telaten, harus mengerti selera pasar. Batik ini kan dikenal sebagai fashion orang tua, jadi kita cari di Pekalongan benar-benar batik yang khusus untuk anak muda.” tutupnya. (mg1/han)