Buka Akses Pemasaran dan Pembiayaan UMKM

MALANG – Bank Indonesia berupaya peduli akan potensi komoditi dan budaya unggulan daerah. Sebagai bukti, selain memiliki binaan di sektor UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), juga dengan menggelar event UMKM seperti Creativaganza Bank dan UMKM 2015. Acara digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, di Grand Hall Matos mulai Sabtu (17/10/15) kemarin.
Acara yang akan berlangsung hingga hari ini, dibuka oleh Wali Kota Malang, HM Anton bersama Kepala Kantor Perwakilan BI Malang, Dudi Herawadi dan ditandai dengan pemukulan perkusi. Dalam ajang itu, disuguhkan berbagai produk UMKM dan juga perbankan.
Kepala KPwBI Malang, Dudi Herawadi mengatakan, acara ini merupakan sarana UMKM dan industri kreatif di bawah wilayah BI Malang yang merupakan Jatim Katesa (Kawasan Tengah Selatan/ eks karesidenan Malang). “BI Creativaganza ini untuk membuka akses pemasaran, pembiayaan hingga perkembangan informasi terkini seputar UMKM,” bebernya.
Selain itu, menurut dia, masyarakat atau pengunjung akan teredukasi pula mengenai produk perbankan. Pasalnya, sebanyak 38 bank yang turut memamerkan produk jasanya. Bank tersebut misalnya BRI, Bukopin, Bank Nobu, BRI Syariah, Bank Jatim hingga Bank Mayapada. Bank tersebut juga menawarkan produk pembiayaan untuk usaha mikro, yang juga merupakan penopang kestabilan perekonomian.
“Usaha mikro tidak bisa dipandang sebelah mata. Mereka juga penopang kestabilan rupiah dan perbankan bisa menjadi mitra untuk usaha mereka,” beber dia.
 Sementara itu, Wali Kota Malang, HM Anton mengatakan, perkembangan sektor ekonomi tidak bisa lepas dari pembinaan terhadap sektor UMKM. Langkah yang dilakukan oleh KPw BI Malang ini patut diapresiasi. “Dengan memberi fasilitas seperti pameran dan sebelumnya dengan pembinaan, bisa membantu meningkatkan produksi dan kreativitasnya.
“Semoga ini bisa membantu Kota Malang dalam meningkatkan perekonomian. Begitu pula bagi pelaku UMKM-nya, bisa memanfaatkan ajang seperti untuk memaksimalkan penjualan dan juga mengeluarkan produk terbaiknya,” katanya.
Dia menuturkan, kompetensi juga akan semakin ketat. Apalagi, tidak lama lagi semua pengusaha harus bersiap menghadapi persaingan dalam MEA yang lebih ketat. “Perdagangan bebas segera dimulai, banyak produk asing yang bebas masuk. Produk daerah harus tidak kalah dengan negara lain,” tambah Abah Anton.
Sementara itu, dalam BI Creativaganza 2015, juga berlangsung acara edukasi perbankan. Misalnya kebanksentralan, sosialisasi ciri keaslian uang rupiah hingga promosi Gerakan Ayo Menabung hingga parade e-Money. Ajang itu juga menjadi kesempatan bagi produsen batik lokal, baik di Malang, Pasuruan maupun Probolinggo untuk memamerkan produknya dalam peragaan busana.
Terdapat pula hiburan dan lomba kreativitas. Misalnya fashion show, banker lipsync combat untuk pegawai perbankan, lomba mewarnai anak SD, fashion show batik untuk anak hingga hiburan seperti music patrol dan contemporer dance.
Kemarin, juga berlangsung talkshow entrepreneurship. Tiga contoh pengusaha sukses di Malang, berbagi tips dalam mengembangkan bisnis. Yakni Owner Cokelat Klasik Martalinda Basuki, Owner Antique Batik Trya Febianie, dan Owner Arjuna Flora Luki Budiarti. (ley/han)