AirAsia X Buka Rute Bali-Sydney

JAKARTA - Manajemen PT Indonesia AirAsia Extra atau Indonesia AirAsia X menyatakan telah membuka rute penerbangan baru Bali-Sydney per Sabtu (17/10). Rute yang diklaim berbiaya hemat itu, dirilis dengan lepas landasnya penerbangan XT 822 XT dari Bandara Internasional Ngurai Rai, Denpasar menuju Kingsford Smith, Sydney.
"Dengan harga terjangkau ini memungkinkan masyarakat Australia bisa mengunjungi Indonesia maupun sebaliknya dengan biaya hemat. Hal ini bisa berkontribusi dalam meningkatkan pariwisata kedua negara," ujar Dendy Kurniawan, Chief Executive Officer (CEO) Indonesia AirAsiaX dalam keterangan resminya yang dikutip Minggu, (18/10).
Dendy mengungkapkan dibukanya rute Bali-Sydney merupakan kelanjutan dari rute penerbangan Bali-Melbourne yang sudah dirilis manajemen AirAsia X awal tahun ini. Selain meningkatkan sektor pariwisata kedua negara, adanya rute baru tersebut diprediksi mampu meningkatkan jumlah penumpang yang berdampak langsung pada kinerja perseroan.
"Kami yakin rute Bali-Sydney kami akan mengulang kesuksesan yang sama, sehingga dapat lebih meningkatkan konektivitas antara Indonesia dan Australia, juga semakin memperkuat hubungan bilateral kedua negara," klaim Dendy.
Di kesempatan berbeda, Managing Director and Chief Executive Officer Sydney Airport, Kerrie Mather meyakini kehadiran rute baru tersebut akan menjadi pengubung wisatawan Australia ke kawasan asia lainnya.
Oleh karena itu ia optimistis rute penerbangan baru ini mampu meningkatkan jumlah kunjungan ke Sydney maupun sebaliknya ke Bali. "Lebih dari 555 ribu penumpang bepergian ke Sydney dan Indonesia pada tahun lalu. Layanan baru ini secara signifikan akan meningkatkan kapasitas ke salah satu destinasi perjalanan favorit warga Sydney tepat menjelang liburan musim panas nanti," tutur Mather.
Mengutip catatan manajemen Indonesia AirAsia X rute Bali-Sydney akan melayani penumpang dengan jadwal lima kali penerbangan seminggu menggunakan armada Airbus A330-300. Di mana pesawat tersebut diketahui memiliki kapasitas 377 kursi yang terdiri dari 12 kursi flatbed kelas bisnis dan 365 kursi ekonomi.(dtc/han)