Swiss Belinn Buka Traditional Painting Gallery

MALANG – Area koridor menuju BaReLo Restaurant di Swiss Belinn Hotel Malang, Senin (19/10/15) kemarin tampak berbeda ketimbang biasanya. Puluhan lukisan terpampang dan menarik pengunjung restoran untuk berhenti serta memandanginya.
Lukisan-lukisan tersebut ternyata merupakan pameran yang dilakukan oleh Swiss Belinn yang bekerjasama dengan seniman lokal Malang Raya. Sekaligus mengenalkan Traditional Painting Galery, yang mulai kemarin resmi dimiliki oleh hotel yang berada di kawasan Jalan Veteran tersebut.
“Selain upaya mencapai target bisnis dari okupansi kamar dan juga bisnis lain, kini kami mengangkat galeri dalam sebuah hotel. Untuk menjadi variasi serta sajian pada tamu restoran,” ujar General Manager Swiss Belinn Hotel, Gunawan TD. Putra.
Dia menuturkan, galeri ini akan menjadi bagian terbaru di hotel. Selain menampilkan karya seni seperti yang sudah tersaji dengan tema Art Exhibiton Ngalam Culture kemarin hingga Desember, Swiss Belinn secara berkala akan mengganti tema. “Dengan demikian hotel memiliki hubungan atau sinergi dengan seniman,” bebernya.
Dia mengakui, sasaran dari galeri ini juga menambah angka kunjungan. Sebab, dengan mengusung galeri painting, akan menambah kelas dari tamu di hotel. Misalnya wisatawan asing, yang diakuinya sangat menghargai sebuah karya seni.
“Apalagi senimannya juga lokal. Sebagian besar pasti membantu mengangkat budaya Malangan dan itu ikut mempromosikan nama hotel,” papar dia.
Sementara itu, salah satu peserta pameran Supriono mengatakan, pengunjung bisa membawa pulang lukisan itu. Harganya antara Rp 1,5 juta sampai dengan Rp 25 juta. “Pelukis akan menjelaskan kepada pengunjung, jika tertarik, bisa dibeli,” bebernya.
Menurut dia, dengan mengikuti pameran di hotel maka jangkauan pemasaran akan lebih luas. Hal yang sama, juga dirasakan oleh seniman lain yang turut dalam pameran. Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang, Made Ida Ayu, berjanji mendukung kegiatan ini dengan menyediakan fasilitas dan bantuan terhadap seniman mulai tahun depan.
Dia juga menunjukkan dukungannya agar tidak menilai karya seni dari nominal harganya, karena seni merupakan bentuk ekspresi.“Untuk semua kegiatan seni tahun depan bisa daftar ke kami mulai sekarang sehingga dana bisa disiapkan,” terangnya
Sementara itu, Gunawan menambahkan, terkait okupansi hotel tersebut. Hingga akhir pekan kemarin, angka month to date terhitung bagus, dan mencapai 82 persen. Sedangkan medio September lalu, keterisian kamar 79 persen.
“Untuk bulan ini, kami optimis mencapai 85 persen. Triwulan terakhir, semakin banyak corporate dan government menggelar even atau kunjungan. Itu berpengaruh pada bisnis kami,” pungkas Gunawan. (ley/han)