Saudi Ingin Bangun Kilang Minyak di Indonesia

Jakarta - Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel bin Ahmed Al-Jubeir sore kemarin bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Salah satu yang dibicarakan terkait rencana Arab Saudi membangun kilang minyak dan tanki penyimpanan BBM (storage) di Indonesia.
Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 45 menit tersebut, Jokowi ditemani Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said, serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani.
‎"Baru saja Menlu Arab Saudi didampingi oleh rombongan melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden. Tadi siang Menlu Arab Saudi sudah melakukan pertemuan dengan saya dan delegasi yang membidangi masalah investment energy," kata Retno, dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (20/10/2015).
"Intinya adalah, kedua negara berkomitmen tinggi untuk memperkuat hubungan kedua negara. Ini adalah follow up kunjungan presiden ke Jeddah bulan September yang lalu. Jadi follow up merupakan hal kunci, faktor yang sangat penting yang ditekankan baik oleh Raja Salman maupun Jokowi," jelasnya.
Setidaknya ada empat kesepakatan yang akan menjadi prioritas kedua negara untuk dibahas lebih lanjut. Pertama, pembangunan kilang, pasokan minyak mentah‎, industri petrochemical, dan penampungan minyak (storage).
"Paling tidak ada 4 hal yang akan diprioritaskan dan akan segera dapat diimplementasikan, bidang refinery (kilang), pasokan untuk crude oil (minyak mentah), petrochemical, dan storage‎," kata Retno.
Namun di samping itu, ada beberapa hal lain juga dibicarakan. Misalnya terkait dengan industri pariwisata dan pertanian. Meski bukan menjadi prioritas, namun tetap didorong agar terealisasi dalam jangka menengah. "Ada bidang lain yang juga ditingkatkan, tetapi kita fokus tetap ke 4 tadi," tegasnya.
Pembahasan ini akan dilakukan selama intensif oleh tim dari kedua negara. Target waktu yang diberikan adalah maksimal selama empat minggu‎ dari sekarang. "Sebagai tindak lanjut dari kunjungan ini, dalam waktu maksimal 4 minggu, tim Indonesia yang akan dipimpin oleh Menteri ESDM akan berkunjung ke Saudi dan diharapkan pada saat itu kesepakatan sudah akan lebih kongkrit lagi," pungkasnya.(dtc/han)