Usung Konsep Asrama, Bidik BackPacker

MALANG - Traveler yang mendambakan berlibur di Malang namun dengan budget terbatas, hostel Capsule solusinya. Hostel ini merupakan hostel pertama dengan konsep asrama (dorm) di Kota Malang.
Terinsipirasi dari pengalamannya backpacker ke beberapa negara seperti Singapura dan Australia, membuat Albert Alvin dan istrinya, Nur Hajati mendirikan hostel berkonsep unik ini.
"Ketika backpacker ke luar negeri dan menginap di dormitory saya sempat berpikir, apa tidak aneh ya? Tapi setelah saya coba ternyata sangat menyenangkan karena bisa kenal dengan teman-teman dari negara lain." tutur Alvin.
Bangunan yang dulunya berupa butik ini kemudian disulap oleh Nur Hajati menjadi hostel. "Semua desainn saya serahkan ke istri, dia yang merancang semua ini." tuturnya.
Alvin mengatakan, beberapa objek wisata di Kota Malang sudah mulai dikenal di kota dan negara lain. "Di Malang ini banyak sekali hidden paradise seperti pantai dan air terjunnya. Kapan hari saya juga dapat tamu dari Inggris yang hanya transit sebentar di Malang kemudian melanjutkan ke Bromo."
Berdasarkan pengalamannya sebagai traveler, Alvin dan Nur menyediakan fasilitas untuk para backpacker beristirahat. "Kalau pergi wisata, saya pribadi tidak mau mengeluarkan budget berlebih di penginapan, mending dibuat jalan-jalan. Jadi disini kami menawarkan solusi tersebut untuk para backpacker," ujar Alvin.
Hostel berlantai dua Jl. WR Supratman 2L Malang ini memiliki total 32 tempat tidur berukuran single dengan konsep ranjang susun. Demi kenyamanan, pengunjung wanita dipisah di lantai 2.
Dengan harga Rp 100 ribu (belum termasuk PPN 10%), pengunjung sudah dapat menikmati berbagai fasilitas berupa single bed untuk satu orang, sarapan, wifi gratis, TV kabel dan perlengkapan mandi. Bahkan hostel tersebut menyediakan sepeda gratis bagi pengunjung yang ingin keliling Kota Malang.
Selain beberapa fasilitas di atas, hostel tersebut juga menyediakan loker pribadi untuk pengunjung. "Setiap pengunjung kami beri satu kartu untuk masuk ke area hostel. Kamera CCTV juga sudah kami pasang di beberapa area," ujar Alvin.
Demi menarik lebih banyak pelanggan, selain promosi melalui media sosial dan forum-forum backpacker, Alvin sudah bekerjasama dengan agen perjalanan terpercaya, seperti Booking. "Hostel kami sudah bisa dibooking secara online. Tarifnya pun sama," tandasnya.
Untuk ke depan, Alvin dan Nur berharap dengan adanya hostel yang mereka sediakan, para wisatawan tidak ragu untuk berkunjung ke Kota Malang. "Siapa bilang wisata harus mahal? Dengan meminimalisir pengeluaran di penginapan, pengunjung bisa lebih bebas untuk berwisata," tutupnya. (mg1/han)