November, Koleksi Natal Meluncur

MALANG - Berbagai sektor bisnis mulai bergerak cepat di triwulan terakhir tahun ini. Tak terkecuali bisnis seperti department store, yang mulai berbenah dalam beberapa hal untuk mencapai target. Misalnya dengan stock opname, program store fasilitas member hingga sedikit mengubah tatanan maupun koleksi produknya.
Supervisor Matahari Matos, Riza Firmansyah mengakui, jika Oktober ini baru melakukan restock atau stock opname. “Masih baru pertengahan bulan ini. Kami menambah inventory product yang menipis,” ujarnya.
Menurut dia, Matahari dan hampir semua department store pasti memiliki waktu untuk melakukan pengadaan stock besar-besaran. Di Matahari, memiliki jatah dua kali dalam setahun. “Perhitungannya, setiap semester pasti ada stock opname nasional,” tegasnya.
Dia menuturkan, stock opname di bulan ini untuk melengkapi koleksi yang menipis, pasca lebaran lalu. Selain itu, tipe koleksinya juga mulai berubah. Misalnya menyambut ulang tahun store, dengan tema koleksi yang lebih fun. Malahan, November mendatang koleksi spesial Natal juga sudah siap meluncur.
Menurut dia, koleksi akhir tahun mulai diperhitungkan dan siap ditampilkan dalam waktu dekat. Sebab, pelanggan akan mulai berburu ketika awal bulan Desember. Sebelum masa itu, store sebisa mungkin telah menunjukkan koleksinya, agar pelanggan tidak berpaling.
Terpisah, Supervisor Ramayana Department Store, Ardianto Kurniawan mengatakan, tahun ini bisnis fashion memang tidak seramai tahun lalu. Meskipun ketika momen lebaran lalu tetap menjadi jujukan dan bisa mencapai target, ketika bulan normal, maka target omzet lebih rendah pencapaiannya.
"Lumayan ada penurunan meski tidak besar, antara 5-10 persen. Tetapi masih terhitung bagus, dibanding beberapa sektor lain," ujarnya.
Menurut dia, kondisi itu pun membuat store lebih berkurang intensitasnya dalam restock product. Namun beruntung, di semester kedua ini sales mulai membaik. Pencapaian sales rata-rata 2 persen per hari. Angka itu akan naik ketika akhir pekan, Sabtu dan Minggu. Kisaran pencapaian sales sebesar 4-5 persen atau meningkat dua kali lipat.
"Capaian dua persen per hari sangat bagus. Hitungan normal, target per bulan sekitar Rp 7 miliar," papar dia kepada Malang Post.
Dia mengakui, Ramayana di tahun ini memiliki strategi untuk tetap bertahan di masa sulit. Misalnya dalam hal ketersediaan koleksi fashion. Beberapa produk atau model baru yang selama ini belum masuk dan dianggap bukan kelas dari department store tersebut, kini menjadi daya tarik baru. Koleksi fashion up to date dengan bandrol mahal, kini bisa ditemui di sana.
"Upgrade memang perlu. Ada model baru barang Ramayana, yang menyesuaikan selera customer untuk tampil modern," ujarnya.
Menurut dia, promo dan program in store pun tidak ditinggalkan. Seperti di tahun ini, Ramayana memaksimalkan pemberian keuntungan bagi pemegang member card. Kerjasama dengan tenant wisata seperti Hawai, Bonderland, Sengkaling menjadi contohnya. Sekain itu, untuk produk supermarket Robinson, bisa ditebus dengan harga hemat melalui member card ini.
Menurut dia, jelang akhir tahun dia memastikan koleksi juga mulai menyesuaikan. Kesan casual namun rapi menjadi produk anyar yang akan melengkapi existing stock di dalam store. (ley/feb)