Target Penerimaan Pajak 92 Persen

Upaya mengejar perolehan pajak 100 persen dari target dinilai cukup berat. Namun WP tetap diminta untuk membayar pajak dengan memanfaatkan fasilitas yang d

Potensi Shortfall
MALANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Jatim III berhasil menghimpun penerimaan pajak sebesar Rp 12,4 triliun hingga pekan ketiga Oktober ini. Pencapaian ini berarti mencapai 60,39 persen dari target Rp 21,4 triliun sepanjang 2015.
Kasi Humas Bidang Penyuluhan dan Pelayanan Kanwil DJP Jatim III, Nur Falaq Rachmaningtyas mengatakan, angka tersebut terus berkembang setiap harinya. Proporsi terakhir terhitung bagus bila dibandingkan penerimaan nasional yang masih sebesar 53,3 persen.
“Jika dibanding dengan pencapaian nasional, maka hasil di Kanwil DJP Jatim III memiliki prosentase lebih tinggi. Namun dari sisi upaya mengejar target 100 persen, terhitung masih berat,” ujarnya.
Menurut dia, melihat pencapaian terkini, maka peluang shortfall dalam penerimaan pajak sangat besar. Dari skenario perhitungan Kanwil DJP Jatim III, paling realistis pencapaian penerimaan pajak sampai akhir tahun paling tinggi sebesar 92 persen dari target penerimaan Rp 21,4 triliun tadi.
Dia mengatakan, sulitnya mencapai target penerimaan pajak 100 persen karena banyak faktor. Akan tetapi, yang paling utama disebabkan kondisi perekonomian tanah air yang masih lesu. Padahal PPN dan PPh dipungut karena adanya kegiatan ekonomi. “Ekonomi memang masih tidak begitu baik. Hal itu berujung pada perolehan pendapatan atau omzet,” beber dia kepada Malang Post.
Sementara itu, upaya yang dilakukan untuk menjaga penerimaan pajak agar tetap tinggi, wajib pajak (WP) didesak untuk memanfaatkan kemudahan dengan memanfaatkan PMK 29 tahun 2015 dan PMK 91 tahun 2015. WP bisa memanfaatkan penghapusan sanksi administrasi untuk keterlambatan pelaporan dan keterlambatan bayar pajak.
“WP juga bisa memanfaatkan fasilitas penghapusan sanksi tungakan biaya penagihan. Potensi penerimaan dari kemudahan ini terhitung besar,” tambahnya.
Sampai saat ini, WP yang sudah memanfaatkan fasilitas tersebut sebanyak 323 badan maupun perorangan. Sedangkan pajak yang masuk, sebesar Rp 3,1 miliar. “Peraturan ini lumayan memberi manfaat bagi WP, sehingga mereka segera membayarkan pajaknya,” pungkas dia. (ley/han)