Minim,Pengetahuan tentang Sistem Pasar Modal

MALANG -  Praktisi ekonomi yang tergabung dalam Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) mengharapkan institusi pendidikan untuk tetap meningkatan mutu lulusan kompeten terlebih di bidang ekonomi.Khususnya di perkembangan pendidikan bidang ekomoni syariah.
Hal ini disampaikan oleh Munifal Syanwani, M.Si., General Sekretaris Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) dalam sebuah kesempatan pertemuan FREKS ke IV, Selasa (3/11/15) di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang.
Dipaparkan, kegiatan FREKS ke IV tahun 2015 ini merupakan wadah bagi para akademisi, praktisi, regulator dan masyarakat untuk berkontribusi ide, gagasan dan kritik yang membangun dalam pengembangan industri keuangan syariah khususnya pasar modal syariah.
“Kita tidak bisa memungkiri, situasi perekonomian di Indonesia sedang lamban. Maka dari itu bantuan dari seluruh elemen masyarakat, terlebih praktisi akademisi sangat dibutuhkan,” tandasnya.
Ia menjelaskan kembali, peran institusi pendidikan dalam meningkatkan kestabilan ekonomi negara sangat strategis. Karena, dalam hal ini, peran akademisi pendidikan seperti perguruan tinggi adalah mencetak lulusan terampil yang memang telah dipersiapkan untuk menghadapi tantangan di masa depan.
Nadhifa Alim Hapsari, Direktorat Pasar Modal Syariah Otoritas Jasa Keuangan menyampaikan, kendala perekonomian yang paling mendasar dirasakan saat ini adalah minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sistem pasar modal.
“Beberapa tahun kedepan, masyarakat seluruh dunia akan dituntut untuk maju dalam perkembangan perekonomiannya, salah satunya dalam hal investasi. Di Indonesia, tidak banyak orang yang mengetahui apa itu investasi,” tutur Nadhifa.
Ia melanjutkan, situasi perekonomian Indonesia yang sedang melamban saat ini haruslah didukung oleh motor penggerak perekonomian yaitu masyarakat. Saat ini, prospek perekonomian yang paling baik adalah ekonomi syariah atau keuangan syariah.
Ekonomi Syariah sangat memiliki prospek berkembang dengan pesat di Indonesia, karena Indonesia sendiri mayoritas penduduk adalah muslim, tambahnya. Masalahnya saat ini adalah pengetahuan akan ekonomi Syariah di kalangan masyarakat sendiri masih minim.
“Maka dari itu tahun ini IAEI dan OJK mengadakan program  call for paper  di berbagai perguruan tinggi seluruh Indonesia, termasuk Malang,” tuturnya.(mg-9/nug)