Meraih Omzet Besar Dari Bisnis UKM

MALANG - Usaha Kecil Menengah (UKM) sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia saat ini sudah banyak menunjukkan kemampuan bersaing dengan pasar Nasional. Pelaku usaha ini tidak jarang berasal dari kalangan ibu rumah tangga.
Empat ibu rumah tangga yang tergabung dalam komunitas Kriya Aremanita kini secara mandiri mampu menghasilkan pendapatan fantastis melalui kreativitas dalam bisnis craft. Tidak tanggung-tanggung, omzet yang didapatkanpun mencapai angka Rp 40 juta per bulan. “Di luar pemesanan souvenir, omzet yang kami mencapai angka Rp 25 juta hingga Rp 40 juta,” ujar Owner Decoupage Art, Lutfia Firmaningtyas pada Malang Post (4/11), kemarin.
Ibu satu anak ini menjelaskan, produknya ditawarkan secara online dan juga dalam acara bazar. Selain menerima pesanan retail, ia juga menerima pesanan souvenir dalam jumlah besar. Pesanan souvenir dapat mencapai angka 500 hingga 2 ribu pieces per bulannya, sementara omzet yang didapatkan dari pesanan online mampu menyentuh angka Rp 25 juta hingga Rp 40 juta per bulan.
Pembelian Decoupage art secara retail (satuan) dibandrol mulai dari harga Rp 35 ribu hingga Rp 250 ribu, sementara souvenir dapat dibeli mulai dari harga Rp 5 ribu.
Menurutnya, animo masyarakat Malang Raya dalam kurun waktu dua bulan terakhir ini sangat tinggi dibandingkan satu setengah tahun yang lalu. Hal tersebut dikarenakan minimnya pengetahuan mereka mengenai kerajinan craft yang tengah digelutinya. Sebelumnya, pelanggan lebih banyak berasal dari luar kota seperti Jakarta, Surabaya, Pekanbaru, dan Kalimantan yang kebanyakan datang berwisata di Malang. “Satu setengah tahun yang lalu ketika ada orang Malang yang mengetahui produk saya, sangat senang,” ujarnya.
Hanya saja, kurangnya sumber daya manusia merupakan masalah klasik yang dihadapi banyak UKM, selain itu barang baku yang digunakan sebagian besar merupakan produk import. Ini berdampak pada harga jual barang. Perempuan alumnus Universitas Negeri Malang ini menjelaskan bahwa, produk yang ditawarkan memiliki banyak kelebihan. Selain handmade juga diproduksi secara terbatas, sehingga para pelanggan tidak akan merasa bosan. Di waktu yang bersamaan, owner LaConchita, Meitasari Kalla juga menuturkan bahwa, produknya ini sangat eksklusif, sebab setiap bulan akan dilakukan inovasi baru dengan motif berbeda.
Sebagai pelaku UKM, ia mengharapkan perhatian lebih dari pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan. Setiap produk UKM pada dasarnya mampu bersaing dengan dunia luar, sehingga pemerintah dituntut adil dalam mengapresiasi setiap karya anak bangsa ini. Kebijakan yang tepat nantinya akan memberi dampak yang lebih baik bagi kemajuan UKM di Indonesia. (mg2/udi)