BRISyariah Sediakan Mini Banking Syariah

MALANG – Peduli akan dunia pendidikan, membuat salah satu perbankan nasional, BRISyariah menyediakan layanan perbankan, berupa mini banking syariah di kampus atau universitas. Mini banking itu merupakan perangkat lunak laboratorium perbankan syariah untuk dunia pendidikan yang disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja.
Penandatangan perjanjian kerjasama dilaksanakan di sela acara International Conference On Islamic Economics & Business (ICONIES) yang digelar di Malang pada 2-3 November 2015.
Konferensi internasional yang mengusung tema “Strengthening Islamic Economics in Facing ASEAN Economics Community (AEC)” itu diadakan di Gedung Soekarno UIN Maulana Malik Ibrahim, Malang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri..
Dirut BRISyariah Moch. Hadi Santoso dan Komisaris BRISyariah Anggito Abimanyu hadir di konferensi internasional dan menyampaikan sambutan Serta materi.
Sedangkan Dirut BRISyariah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama mini banking syariah dengan  34 perguruan tinggi seluruh Indonesia pada Senin, 2 November 2015.
Direktur Utama BRISyariah Moch Hadi Santoso mengatakan, BRISyariah serius menyediakan layanan perbankan untuk dunia pendidikan. Hal itu dilakukan  melalui pemaksimalan kerja sama dengan sekolah untuk produk Simpanan Pelajar (SimPel iB)  agar pelajar Indonesia rajin menabung sejak dini. Penyediaan mini banking Syariah yang juga sebagai salah satu bentuk CSR untuk dunia pendidikan, penyediaan layanan SPP Online untuk kemudahan bagi mahasiwa, dan layanan CMS bagi pengurus lembaga pendidikan untuk mempermudah melakukan traksaksi perbankan.
“Selain itu, kartu ATM co branding yang juga bisa berfungsi sebagai kartu mahasiswa, dan dekatnya cabang BRISyariah dengan kampus melalui pembukaan Kantor Kas di area kampus,” ujarnya.
Di samping itu, Hadi menambahkan, mini banking BRISyariah hadir di berbagai kampus untuk memberi pengetahuan praktis tentang operationalisasi dunia perbankan sebagai laboratorium bagi mahasiswa. “Tidak kalah pentingnya, kerja sama dengan sekolah dan kampus tentang penyediaan produk dan layanan perbankan,  seperti SPP Online, CMS, mini banking, dan co branding,” papar Hadi.
Sementara itu, Pemimpin Cabang BRISyariah Malang, Agung W. Rahardjo mengatakan, selain menyasar kampus, BRISyariah juga membidik pelajar, baik yang berada di bawah naungan Kemendikbud maupun Kemenag,  dari jenjang PAUD, SD/MI, SMP/MTs,  hingga SMA/SMK/MA. Bank ini aktif mendorong literasi keuangan. Salah satunya melalui produk tabungan  SimPel iB. “BRISyariah aktif mendekati sekolah-sekolah melalui produk tabungan SimPel iB,” paparnya.
Dia menegaskan, melalui SimPel iB BRISyariah turut serta mendukung program pemerintah dalam penyaluran dana Program Indonesia Pintar di bawah Kementerian Agama Republik Indonesia. “Upaya mengenalkan dan membudayakan keuangan syariah perlu sejak dini. Sebab, bank syariah menjadi alternatif bagi masyarakat dalam pengelolaan keuangan,” tutur pria yang juga Ketua Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Malang Raya tersebut.
Terkait kerja sama dengan Perguruan Tinggi, BRISyariah menyediakan berbagai layanan untuk lembaga pendidikan tinggi. Seperti layanan pembayaran SPP Online/Semi Online, hingga mesin EDC.  Selain itu, layanan pembayaran gaji dosen/karyawan, pembiayaan dosen/karyawan, pembiayaan institusi, penempatan dana institusi,  aplikasi Lab Bank Syariah, dan kerja praktek (magang) penelitian.
Perguruan tinggi yang sudah bekerja sama dengan BRISyariah dalam pembayaran SPP Online antara lain Universitas Islam Bandung, Universitas Riau, Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau, Universitas Syah Kuala Aceh, Universitas Malikussaleh Lhoksumawe Aceh dan STIKES Aisyiyah Jogja.
Sementara itu, terpilihnya Malang sebagai tempat MoU dan pilot project mini banking syariah ini, membuktikan bila potensialnya bisnis perbankan tersebut. Terlebih, Malang terkenal sebagai kota pendidikan yang memiliki banyak kampus atau universitas. Selain itu, dalam kerja sama, beberapa perwakilan perguruan tinggi yang hadir seperti dari Aceh, Ternate, Manado, Surabaya, Bandung dan Tasikmalaya. “Setelah berjalan, maka kota-kota lain akan menyusul untuk menjalin kerja sama mini banking syariah ini,” pungkas Agung. (ley/udi)