Kembangkan Kecerdasan Buatan di Silicon Valley

Perusahaan otomotif Toyota mengatakan pada Jumat (6/11), akan membangun fasilitas penelitian dan pengembangan di Amerika Serikat (AS) yang fokus pada teknologi kecerdasan buatan. Perusahaan baru ini akan berkantor di kawasan pusat teknologi AS, Silicon Valley di negara bagian California.
Perusahaan tersebut diberi nama Toyota Research Institute yang dipimpin oleh Gill Pratt sebagai CEO dengan merekrut sekitar 200 karyawan. Pratt sebelumnya adalah eksekutif penasihat teknis di Toyota.
Perusahaan asal Jepang tersebut bakal menginvestasikan dana USD 1 miliar selama lima tahun ke depan untuk penelitian dan pengembangan kecerdasan buatan ini. Mereka juga berencana membangun fasilitas penelitian kedua di dekat Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Cambridge.
Presiden Toyota, Akio Toyoda, dahulu sempat menjadi bagian yang mengesampingkan teknologi kecerdasan buatan dalam mobil masa depan. "Saya sering mengatakan, cukup sampai saat ini, kita akan pergi dengan berkendara secara otomatis jika mereka mengalahkan manusia dalam lomba mobil 24 jam," kata Toyoda, seperti dikutip dari Reuters.
"Tapi saya berubah pikiran setelah saya terlibat dalam perencanaan Olimpiade 2020 dan Paralimpiade (di Tokyo)," katanya, menjelaskan hal itu membuka pikirannya untuk menyediakan mobil bagi penyandang cacat dan orang lanjut usia.
Perusahaan otomotif merasa perlu menyeriusi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di tengah gempuran perusahaan teknologi yang gencar membangun mobil yang dapat berjalan sendiri tanpa kendali manusia.
Google diketahui telah membangun purwarupa mobil yang dapat berjalan sendiri, sementara Apple telah membajak ahli kecerdasan buatan demi membangun mobil pintar.(cnn/han)